8 Pertanyaan Wawancara untuk Guru

Menemukan guru yang cocok memang tidak mudah. Entah sebagai pemilik kursus, Kepala Sekolah, divisi training di sebuah kantor, maupun orang tua murid yang sedang mencari guru les privat untuk anak-anak. Masalah akan muncul saat orang yang direkrut tidak tepat atau bahkan tidak bertanggungjawab. Guru adalah menjadi sosok yang ditiru oleh anak-anak. Apabila guru kabur, mengundurkan diri atau harus diberhentikan di tengah-tengah tahun ajaran dengan kondisi belum ada guru pengganti, maka guru-guru lainnya terpaksa harus mem-back up. Ini bisa menimbulkan ketegangan di lingkungan kerja karena load yang tinggi. Karena itu proses rekrutmen menjadi hal yang sangat penting.

Dan di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini, kemampuan seorang guru juga lebih dituntut, karena selain menguasai pedagogi dan kompentensi dalam mengajar, guru juga harus menguasai kemampuan IT seperti menggunakan media pembelajaran dengan slide presentasi, video, google classroom atau mengatur suasana kelas online agar kondusif dan menarik bagi anak-anak.

Bagi Anda seorang calon guru, lewat postingan ini Anda juga bisa melihat kira-kira seperti apa hal yang diharapkan dari seorang guru, sehingga Anda dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti wawancara dengan baik.

Berikut ini 8 pertanyaan wawancara yang umum ditanyakan pada seorang guru:

  1. Apa latar belakang pendidikan Anda?
    Cek apakah sang guru ahli di bidangnya. Apabila guru bukan lulusan sarjana pendidikan, maka cek apakah dia sudah memiliki pengalaman mengajar sebelumnya. Mengapa calon guru tersebut memilih menjadi guru walaupun tidak memiliki latar belakang guru.
  2. Bagaimana pengalaman mengajar yang Anda miliki? Pengalaman mengajar adalah hal yang sangat penting. Guru yang berpengalaman sudah terbiasa mengatasi masalah di kelas, berhadapan dengan orang tua murid, atau menyelesaikan tugas administrasi guru yang banyak tepat waktu. Apabila calon guru adalah fresh graduate, tanyakan apakah sebelumnya sudah pernah mengajar privat atau magang di sekolah.
  3. Berapa usia dan jenjang pendidikan murid-murid Anda?
    Usia murid yang berbeda memerlukan pendekatan yang berbeda juga. Usia TK dan SD masih membutuhkan tuntunan yang lebih tinggi dari pada usia remaja. Usia remaja membutuhkan sosok guru yang bisa menjadi mentor yang mengerti kebutuhan mereka sebagai remaja.
  4. Bagaimana Anda mengevaluasi kemampuan murid? Cari tahu bagaimana guru tersebut menggunakan tes standar, rapor sekolah atau evaluasi dalam bentuk lain untuk menganalisis kemampuan murid. Evaluasi ini tidak hanya terdiri dari angka dan nilai juga, tetapi cek apakah guru memiliki kemampuan untuk mengevaluasi soft skill seperti kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dan juga evaluasi sikap murid, seperti sikap disiplin dan bertanggung jawab.
  5. Apa metode mengajar yang Anda gunakan? Seorang guru yang terampil dan berpengalaman akan melakukan lebih dari sekedar menjawab pertanyaan, tetapi akan menganalisis kelebihan dan kelemahan anak terlebih dahulu. Setelah mengetahuinya, barulah dia akan membuat materi yang sesuai dengan anak.Cek apakah guru tersebut familiar dengan metode mengajar yang variatif misalnya Cooperative Learning atau apakah guru tersebut menguasai konsep 5M jika menggunakan kurikulum 2013.
  6. Bagaimana cara Anda memotivasi murid? Guru yang baik memahami kebutuhan muridnya dan tahu cara-cara dan trik untuk membuat mereka bersemangat belajar. Guru yang pintar dan memiliki banyak prestasi belum tentu pandai mengajar.
  7. Bagaimana jadwal Anda? Dimana saja Anda mengajar? Bagaimana cara Anda membagi waktu dan fokus di antara murid-murid? Institusi bimbingan belajar ataupun sekolah perlu mengetahui seberapa besar guru akan berkomitmen di tempat kerja. Bila calon guru memiliki banyak les, maka tanyakan bagaimana caranya membagi waktu dan fokus dalam mengajar. Boleh-boleh saja guru mengajar dimana-mana, malahan pengalaman tersebut memperkaya potensi seorang guru. Namun, jangan sampai kita mendapatkan guru yang hanya kejar tayang mengambil banyak les tetapi melalaikan kebutuhan murid-murid yang sudah ada.
  8. Apa yang Anda harapkan dari kami? Bahkan guru-guru yang terbaik pun memerlukan kerjasama dari insititusi sekolah, Yayasan dan pihak keluarga. Dengan mengetahui harapan calon guru, kita dapat menyediakan lingkungan kerja yang suportif untuk menumbuhkan potensi mereka. Tentu kita juga menginginkan guru-guru betah bekerja dan tidak pindah ke tempat lain di tahun ajaran berikutnya sehingga kita perlu bersusah payah mencari guru baru lagi.

Bagi para calon guru, goodluck dalam mempersiapkan interview. Bagi sekolah maupun institusi, semoga berjodoh dengan guru yang baik dan berdedikasi. Salah satu hal yang tidak lepas dari proses interview adalah negosiasi gaji. Bagi calon guru yang ingin berdiskusi mengenai negosiasi gaji guru, silakan kunjungi link berikut ini: Negosiasi Gaji untuk Guru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s