6 Cara Mempopulerkan Literasi Sains

Teachers, ketika ada wacana untuk memasukkan sains ke dalam Bahasa Indonesia saat kurikulum 2013 baru dirancang, dunia Pendidikan kita menjadi gempar. Ada yang mendukung dengan alasan siswa tidak perlu belajar terlalu banyak mata pelajaran atau membawa terlalu banyak buku sehingga semakin banyak pelajaran yang dikombinasikan akan sebanyak baik. Ada yang khawatir konten dan prinsip sains akan menurun. Sekolah-sekolah swasta pun menggunakan buku pendamping tambahan, khusus sains, supaya materinya bisa lebih dalam. Tapi apakah sains dan literasi benar-benar bisa diajarkan pada saat yang bersamaan?

Pada postingan kali ini, saya akan share pengalaman saya dalam merancang pembelajaran literasi berbasis sains. Ini langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Kunjungilah pusat wisata sains.

Tidak ada cara belajar yang lebih baik dari pada berkunjung dan melihat langsung. Ajaklah anak-anak mengunjungi tempat wisata sains seperti Kebun Raya Bogor, Planetarium, Museum IPTEK di TMII dan sebagainya. Di sana, anak-anak bisa belajar tentang tumbuhan, hewan, hingga penerbangan dan alam semesta. Setelah itu mereka dapat diminta untuk membuat laporan perjalanan atau menuliskan pengalamannya tentang kunjungan ke tempat-tempat tersebut. Dengan cara ini kompetensi di bidang sains maupun literasi tercapai.

2. Menonton film atau video bertema sains

Menayangkan video bertema sains di kelas, selain menjadi strategi brilian untuk menarik perhatian anak-anak, dapat juga mempermudah anak-anak untuk memahami konten yang sulit. Video ini dapat berupa cerita anak atau dokumenter sains atau film science fiction. Untuk memperdalam pemahaman, guru dapat memberikan worksheet yang harus di isi anak-anak selama menonton. Jadi anak-anak tidak hanya sekedar menonton dan melupakannya begitu saja. Bagi yang ingin mengunduh worksheet gratis dari sini, silakan klik di sini.

3. Membaca artikel bertema sains secara rutin.

Tidak ada yang lebih cepat untuk menambah pengetahuan di bidang sains selain membaca artikel sains secara rutin. Akan lebih baik lagi kalau ada soal-soal untuk menolong anak dalam memahami artikel-artikel tersebut. Artikel sains dapat Anda peroleh dari buku, majalah, koran dan lain-lain. Cari tema-tema menarik yang akan disukai anak dan sesuai dengan pembelajaran. Selain menganalisis artikelnya dari sisi konten, anak juga dapat diajari untuk menganalisisnya dari sisi bahasa, misalnya mengenali ide pokok, sinonim, istilah baru, dan sebagainya.

Remaja SMP dan SMA dapat diberikan artikel dengan tingkat pemahaman yang lebih dalam. Dan teachers, usahakan artikel yang diberikan selain menarik, juga memberikan informasi yang tidak ada dalam buku teks pelajaran. 

4. Membaca buku science fiction

Teachers, kita tahu anak-anak senang sekali dengan cerita robot, alien, superheroes atau cerita petualangan lainnya yang bertema teknologi. Nah mengapa tidak memanfaatkan cerita-cerita seperti ini untuk meningkatkan literasi sains ? Walaupun ini cerita fiksi, tapi semua cerita science fiction pasti punya prinsip sains yang dapat diajarkan. Di tambah lagi, karena ini cerita fiksi, kita juga bisa belajar tentang menganalisis unsur intrinsik, memberikan tanggapan, kritik, membuat review buku dan sebagainya.

4. Memainkan games bertema sains.

Prinsip sains akan lebih mudah diajarkan dengan metode playful learning. Dengan menyelenggarakan berbagai aktivitas dan permainan, murid tidak hanya belajar secara kognitif saja, tetapi juga mendapatkan pengalaman secara psikomotorik dan afektif. Murid-murid bisa belajar untuk praktik langsung atau berdiskusi dan bekerjasama dengan teman-temannya sehingga kemampuan memimpin, berkomunikasi dan bekerjasama akan meningkat.

5. Membuat tulisan bertema sains.

Untuk mengasah kemampuan menulis dan meningkatkan pemahaman sains pada saat bersamaan, siswa dapat dibimbing untuk membuat tulisan bertema sains. Tulisan ini dapat berupa artikel, cerpen sci-fi, atau karya ilmiah.

6. Menyelenggarakan Science Fair.

Science fair bisa menjadi event yang asyik bagi anak-anak dan orang tuanya. Guru bisa membimbing anak-anak melakukan penelitian sains dan menampilkan hasil penelitian ini pada saat pameran. Dari sisi literasi, siswa juga bisa dilatih membuat laporan penelitian sederhana untuk dipresentasikan di hadapan guru. Namun Science Fair memerlukan persiapan yang panjang dan matang sehingga harus benar-benar direncanakan dengan baik.

Nah, teachers, program literasi sains sangat bermanfaat bagi anak-anak. Program ini efektif meningkatkan pemahaman anak, tapi juga menghemat waktu karena anak bisa mempelajari beberapa hal pada saat yang bermanfaat. Supaya maksimal, harus ada kerjasama antara guru, sains atau kurikulum. Proyek penilaian terpadu dapat dilakukan, terutama pada ujian praktik, supaya siswa tidak perlu ulangan berkali-kali.

Selamat mencoba 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s