8 Aktivitas Seru Matematika Berbasis Problem-Solving Untuk SD

Mengapa kita harus belajar matematika? Supaya mendapat nilai bagus dan memenangkan olimpiade? Tentu tidak. Kita belajar berhitung supaya dapat melakukan kegiatan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Kita belajar pengukuran supaya kita dapat membangun rumah, jembatan dan sebagainya. Kita belajar logika matematika dan menggunakannya sebagai dasar dari pemrograman komputer. Jadi, esensi matematika adalah pemecahan masalah (Problem-Solving.)

Nah, saat kita mengajarkan matematika pada anak, kita perlu mengajarkan agar mereka dapat menerapkan matematika untuk memecahkan masalah-masalah kecil dalam hidup mereka sehari-hari. Misalnya ketika mereka harus membagikan sekantung permen pada seisi kelas dengan adil atau ketika mereka harus berbelanja alat tulis di koperasi sekolah. Inti dari matematika bukanlah menghapal sederet rumus dan menjawab soal-soal, tapi memecahkan mqsalah dengan menggunakan perhitungan yang terkalkulasi.

Karena itu, pelajaran matematika harus diberikan dengan konteks yang dekat situasi yang nyata. Matematika dapat diajarkan lewat beragam aktivitas seru di kelas. Berikut ini ide-ide yang dapat dicoba guru matematika :

  1. Berhitung dan mengukur dengan tangan dan kaki.

Aktivitas ini cocok untuk anak kelas 1 atau 2 SD. Siswa menjiplak tangan dan kaki mereka dengan karton warna-warni, lalu mereka akan menggunakannya untuk mengukur panjang meja, kursi, ruangan kelas. Jari-jari yang mereka jiplak dapat digunakan sebagai alat peraga untuk penjumlahan sederhana. Kumpulan hasil jiplakan telapak tangan juga bisa dibuat berbagai macam bentuk seperti sayap burung, pohon dan sebagainya.

  1. Memburu Benda Berpasangan

Ini cocok untuk belajar bilangan genap dan ganjil atau perkalian dua. Siswa bisa menggunakan kaos kaki, sarung tangan, sandal, sepatu dan sebagainya. Mereka harus bisa berlomba menemukan pasangan benda dari tumpukan benda lainnya dan menghitung berapa banyak benda yang mereka dapatkan.

  1. Lego Geometri

Permainan lego sangat bermanfaat untuk mengembangkan logika dan kreativitas. Lego dapat dikelompokkan berdasarkan warna, dihitung dan dipasang-pasangkan untuk membentuk bangun datar, bangun ruang, desain yang simetris atau pembuatan pola. Kemampuan mengelompokkan dan mengenali pola merupakan keahlian yang krusial dalam matematika dan sains. Mereka juga dapat menghitung berapa lego yang diperlukan untuk membuat bangunan tertentu. Lego bisa menjadi aktivitas yang seru. Bagi anak-anak ke dalam kelompok dan berikan lego yang cukup. Mereka akan belajar bekerja sama dan berkomunikasi untuk menjawab tantangan ini.

  1. Simulasi berbelanja

Jika orang dewasa saja senang berbelanja, apalagi anak-anak ? Berbelanja dapt menjadi kegiatan yang seru di kelas. Sediakan mainan yang dapat mereka perjualbelikan, satu set mesin kasir dan uang mainan, anak-anak akan senang sekali. Dalam simulasi ini, penting sekali guru menetapkan aturan dan bersepakat dengan murid, menyediakan range angka yang masih dapat dihitung anak sebagai harga dan in charge secara penuh supaya ketertiban kelas tetap terjaga. Persiapan yang matang adalah kunci.

  1. Simulasi kafe atau restoran

Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dimana tiap kelompok akan mendapat bagian sebagai “pengelola kafe.” Tentukan peran setiap anak: kasir, pelayan, atau koki. Sediakan mainan makanan, alat makan, buku menu dan catatan pesanan. Kelompok lain yang berperan sebagai pengunjung dapat dibekali dengan uang mainan. Bekali kasir dengan uang mainan receh. Maka anak-anak pun dapat melakukan transaksi ekonomi seperti orang dewasa.

  1. Pecahan Pizza

Prinsipnya adalah siswa belajar tentang pembagian dan pecahan dengan simulasi membagi makanan dengan adil pada anggota kelompoknya. Pizza dari karton dapat menjadi ide menarik untuk belajar tentang pecahan. Ini sangat efektif untuk menolong siswa untuk belajar tentang pecahan secara konkrit. Dengan demikian mereka tahu semakin besar penyebut sebuah pecahan, semakin kecil nilai pecahan tersebut.

  1. Konser Mini

Mengajar matematika dengan cara mengajak anak menyanyikan lagu dengan angka-angka bukanlah hal baru. Untuk membuatnya menjadi lebih seru, guru dapat mengatur agar anak-anak menyanyi dalam grup dengan minus one seperti layaknya boyband atau girlband favorit mereka. Tentu saja bila Anda menggunakan musik, volume harus dijaga supaya tidak mengganggu kelas sebelah.

  1. Libatkan Teknologi

Teknologi dapat menjadi sahabat bagi guru modern yang tahu cara memanfaatkannya untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Dan kita tahu teknologi yang saat ini benar-benar comes in handy adalah internet. Internet menawarkan resource tak terbatas untuk memudahkan siswa memahami sesuatu. Guru dapat menggunakan interactive worksheets, video youtube, atau sumber-sumber lainnya untuk memberikan pembelajaran yang menarik.

Semoga dengan tips-tips yang saya bagikan di atas, rekan-rekan guru dapat lebih termotivasi untuk lebih inovatif dalam mengembangkan pembelajaran matematika. Bila tips-tips tersebut membantu Anda atau Anda punya tips yang lebih baik untuk dibagikan, yuk.. kita diskusikan di kolom komentar.

Happy teaching.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s