Tips Mengajar Bahasa Indonesia Dengan Menarik 

Teachers, selama saya mengajar di creative writing di sekolah-sekolah, banyak murid yang mengaku tidak suka dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Alasannya macam-macam: topik yang membosankan, bacaan seabrek-abrek, tugas mengarang yang banyak, masalah EYD yang ribet, soal-soal pilihan ganda yang cenderung mengecoh dan sebagainya. Ada pula yang berpendapat pelajaran Bahasa Indonesia itu nggak penting-penting amat.

Enam tahun lalu, saya ditugaskan untuk mengajar Bahasa Indonesia pertama kalinya di sebuah SMP yang dikhususkan bagi anak-anak gifted (Anak-anak dengan IQ di atas 130). Anak-anak ini sangat cerdas dan sering memenangkan lomba sains di sekolahnya dulu. Akan tetapi, mereka semua membenci pelajaran Bahasa Indonesia. Menurut mereka, Bahasa Indonesia itu ribet dan membosankan. Nilai matematika dan fisika mereka begitu spektakuler, tapi kalau diminta mengarang atau menganalisis bacaan, nilainya langsung jeblok. Menyadari hal ini, saya tahu saya harus bekerja lebih keras untuk membuat pelajaran saya diterima oleh mereka. Dan salah besar kalau menganggap pelajaran Bahasa Indonesia tidak penting. Selain dapat menolong mereka untuk lebih  memahami teks sains, mereka juga dapat belajar membuat proposal karya ilmiah yang baik dan benar jika menguasai teknik penulisan yang diajarkan dalam pelajaran saya.

Jadi, dengan semangat 45, saya pun membeli banyak buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk menolong saya menyiapkan materi. Dan saya terkejut mendapati bahwa saya SEPENDAPAT dengan mereka! Pelajaran ini kelihatannya membosankan. Teks-teks panjang yang kaku, aturan EYD, struktur paragraf… Duh..saya bayangkan kalau semua ini diberikan begitu saja, murid-murid remaja saya bisa jatuh tertidur he..he… Kemudian saya mulai mengingat kembali mengapa saya sangat menyukai pelajaran Bahasa Indonesia pada saat saya masih sekolah dulu, bahkan kecintaan terhadap pelajaran ini yang mendorong saya menjadi penulis. Saya punya guru Bahasa Indonesia yang pandai bercerita, dia berhasil membuat pelajaran ini menyenangkan. Tapi cukupkah itu untuk para remaja yang dibesarkan di zaman milenial ini?

Akhirnya saya pun mengotak-atik silabus dan RPP Bahasa Indonesia yang saya miliki. Saya mengembangkan ide-ide dan metode untuk membuat pelajaran ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga efektif. Dalam waktu dua bulan, pelajaran saya menjadi favorit. Murid saya mengalami peningkatan drastis dalam hal kemampuan menulis. Salah satu murid saya yang awalnya sering mendapatkan nilai 40 ketika mengerjakan soal ulangan harian berhasil memperoleh nilai tertinggi se Kota Tangerang pada saat Ujian Nasional! Murid-murid saya yang berusia 13 tahun sanggup membuat makalah penelitian yang layak dipresentasikan di hadapan para Kepala Sekolah di wilayah kami dalam suatu acara seminar ilmiah. Bagaimana mungkin, anak-anak remaja yang mengaku “membenci” pelajaran Bahasa Indonesia bisa berubah sedrastis itu? Hari ini, saya ingin berbagi tips tentang bagaimana mengajar Bahasa Indonesia dengan menarik:

1. Adakanlah acara nonton yang seru.

Satu hal yang membuat pelajaran saya ditunggu-tunggu adalah saya selalu melakukan screening setiap kali pelajaran berlangsung. Biasanya saya akan memilih video yang menarik untuk memacu diskusi. Video ini dapat berupa talkshow, berita nasional, berita internasional, dokumenter sains, film pendek yang menang penghargaan dan sebagainya. Topiknya disesuaikan dengan pelajaran. Dan setiap kali screening diadakan, saya menyediakan worksheet yang harus mereka isi sehingga mreka tidak hanya duduk nonton dan melamun saja. Dari sanalah saya mengambil nilai tugas kognitif. Kemudian kami akan melanjutkannya dengan diskusi, dimana murid-murid atau “rebutan” memberikan pendapat mereka. 

2. Buatlah aktivitas permainan yang menarik.

Saya senang melakukan permainan atau simulasi di dalam kelas. Saya bahkan menciptakan permainan sendiri dari kartu-kartu yang saya desain. Dengan permainan, murid-murid saya dapat belajar tentang sinonim, majas, cara deskripsi hingga keterampilan bercerita. Salah satu yang paling sederhana adalah memberikan kartu-kartu yang berisi berbagai macam kata benda dan kata sifat yang menggambarkan pada murid-murid. Kemudian, mereka harus membuat kalimat dengan bahasa kiasan atau majas tertentu. Lebih jauh tentang permainan nanti, saya akan bagikan dalam postingan tersendiri. Stay tune ya 🙂

3.Memberikan teks bacaan yang keren dalam tugas di sekolah maupun PR.

Pemilihan teks adalah hal yang sangat penting, terutama di awal-awal semester. Buatlah daftar semua jenis teks yang harus dipelajari dalam Bahasa Indonesia: teks deskripsi, eksplanasi, eksposisi dan sebagainya. Lalu, pilihlah teks dari buku atau majalah dengan topik-topik yang disukai oleh murid. Atau Anda juga bisa memilih teks yang dapat menolong murid dalam pelajaran lain. Saya biasanya sering berdiskusi dengan guru-guru lain, terutama yang mata pelajarannya sulit. Misalnya, minggu ini murid-murid saya sedang belajar tentang anatomi. Saya akan memberikan teks tentang keajaiban sel-sel tubuh manusia untuk dianalisis dari sisi bahasa maupun penggalian informasi. Saya tidak khawatir memberikan banyak PR membaca pada murid-murid saya jika teksnya seru dan menarik. Mereka tidak akan komplain, malah menunggu-nunggu PR dari saya. Untuk PR menganalisis cerpen, sering saya berikan cerita bersambung sehingga mereka akan penasaran dengan lanjutan cerita yang akan diberikan pada PR selanjutnya.

4. Melakukan simulasi talkshow, diskusi, debat,negosiasi atau pidato.

Pembelajaran di sekolah seharusnya tidak hanya berfokus pada teori saja, tetapi bagaimana menggunakan teori yang dipelajari di sekolah untuk menyelesaikan masalah hidup sehari-hari maupun masalah yang terjadi dalam masyarakat luas. Daripada membuat anak menghapalkan sederet aturan-aturan dalam melaksanakan pemilu, mengapa tidak melakukan simulasi pelaksanaan pemilu atau simulasi debat pilkada saja? Mau tak mau, murid harus riset tentang topik tersebut. Saya pernah mencobanya di kelas dan melihat betapa murid-murid saya belajar lebih banyak. Saya juga pernah mencoba simulasi negosiasi dalam ulangan harian di sekolah. Dari pada memberikan sederet soal, saya meminta mereka untuk melakukan simulasi negosiasi gaji  yang dilakukan berpasangan dengan temannya. Yang seorang menjadi HRD Manager, yang seorang menjadi calon pegawai. Real-life simulation akan lebih berguna bagi masa depan mereka kelak.

5. Bermain peran

Bermain peran dapat menjadikan pelajaran menjadi seru dan menyenangkan, juga mengembangkan rasa percaya diri. Permainan peran ini dapat ditampilkan dalam bentuk monolog, puppet show, maupun drama. Ketika mereka berakting dalam sebuah pertunjukan, mereka belajar memahami dan menghayati apa yang dilakukan tokoh-tokoh tersebut. Bermain drama juga mengajarkan manajemen dan leadership karena sering kali sebuah drama membutuhkan persiapan, pembagian tugas dan sebagainya. Ketika memberikan tugas untuk menampilkan drama pada murid, pastikan Anda sebagai guru juga terlibat dengan keseluruhan persiapannya. Jangan melemparkan semuanya pada murid karena mereka baru belajar dan mereka pasti membutuhkan bimbingan. Pastikan ada gladi resik sehingga pada saat drama ditampilkan, hasilnya bagus dan layak didokumentasikan.

My fellow teachers, masih ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengajar Bahasa Indonesia dengan cara menarik. Nantikan di postingan berikutnya ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s