Yuk, Buat Resolusi Tahun Baru Bersama Anak

Moms, sebentar lagi tahun baru nih. Waktu yang pas untuk merayakan permulaan yang baru untuk keluarga. Dan tahu nggak Mom, ternyata resolusi tahun baru bukan hanya untuk orang dewasa lho. Anak-anak juga bisa diperkenalkan dengan konsep resolusi tahun baru. Setidaknya itu menurut ahli psikologi, Christine, Ph.D. dan guru online yang menolong anak-anak mengembangkan disiplin hidup untuk menuju kebahagiaan dalam bukunya Raising Happiness: 10 Simple Steps for More Joyful Kids and Happier Parents.

Jennifer Kolari, seorang terapis anak yang menulis buku Connected Parenting mengatakan, “Anak-anak usia sekolah sudah mulai memahami diri mereka sendiri dan perspektif orang lain. Mereka juga secara alam bawah sadar mulai mengembangkan diri mereka untuk menjadi lebih baik.”

Membuat resolusi tahun baru bagi anak Anda bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, mempererat ikatan keluarga dan bahkan menjadi waktu berharga untuk bertumbuh bersama. Berikut ini tips untuk membuat momen resolusi tahun baru menjadi pengalaman yang positif bagi Anak.

1. Jadilah teladan dalam memenuhi resolusi tahun baru.

Teladan berbicara lebih kuat daripada kata-kata. Karena itu jangan membuat resolusi muluk-muluk yang tidak mungkin Anda penuhi. Bila Anda membuat resolusi tahun baru bersama Anak, tunjukkan pada Anak bila Anda berusaha memenuhinya. Misalnya, “Tahun ini Papa dan Mama berkomitmen untuk lebih sering membacakan dongeng sebelum tidur.” Buatlah janji yang bisa Anda tepati di depan anak. Atau setidaknya, Anak bisa melihat bagaimana Anda berusaha menepatinya.

2. Gunakan pendekatan yang positif.

Resolusi tahun baru jangan dijadikan beban, tetapi jadikan itu perayaan. Menurut Meg Cox, penulis buku “The Book of New Family Traditions: How to Create Great Rituals for Holidays and Everyday” resolusi tahun baru harus dipresentasikan dengan optimis. Setiap hari adalah hari yang baru dan Anda harus punya kesempatan untuk memahami diri sendiri.

Mulailah membuat resolusi dengan melihat keberhasilan yang telah dicapai Anak tahun lalu. Setelah itu baru Anda bimbing anak untuk mengetahui apa yang dia inginkan dalam tahun depan untuk mengembangkan dirinya. Ingat, BUKAN ANDA yang harus membuatkan resolusi tahun baru tersebut, melainkan sang anak sendiri. Misalnya, jika anak telah belajar bermain piano tahun ini dan cukup menikmatinya, tanyakan pada Anak, lagu apa yang ingin bisa dia mainkan berikutnya? Ajak Anak berpikir apa yang membuatnya sukses dalam belajar piano, bisakah kerja keras yang sama ditujukan untuk pelajaran matematika? Jangan menghakimi anak. Jangan membandingkan pencapaian anak dengan kakak atau adiknya.

Jennifer Kolari mengatakan bila: Tanyakan pada Anak apa yang di inginkan bagi dirinya sendiri. Bila ada agenda terselubung Anda yang mengontrol arah percakapan, Anda tidak akan pernah punya hati yang benar-benar mau mendengarkan Anak.”

3. Fokuskan hanya beberapa daftar resolusi

Resolusi tahun baru bagi anak harus sederhana, spesifik, terukur dan mungkin dicapai. Jangan menggunakan resolusi yang terlalu umum seperti, “Saya akan menjadi anak yang lebih sopan.” Gunakan hal yang lebih spesifik seperti: Saya tidak akan berteriak saat bicara dengan Papa, Mama dan Ibu guru.” Beberapa contoh resolusi yang sederhana dan sesuai dengan Anak seperti, “Saya akan membaca lebih banyak buku.” “Saya akan menjaga kerapian kamar saya.” Saya akan mengembangkan bakat melukis saya dengan belajar melukis dengan cat air” dan sebagainya.

4. Pecahkan target yang besar menjadi langkah-langkah kecil.

Disiplin diri adalah sesuatu yang harus dilatih setiap hari. Penting sekali untuk memecahkan target yang kelihatannya besar menjadi langkah-langkah yang lebih kecil sehingga Anak tidak merasa stress dan malas berusaha memenuhinya. Misalnya:
a) Saya akan membaca lebih banyak buku dengan cara membaca satu cerita minimal 15 menit sebelum tidur.
b) Saya akan menjaga kebersihan kamar saya dengan cara merapikan buku-buku dan mainan saya ke dalam lemari setelah digunakan.
c) Saya akan lebih banyak membantu Mama di rumah dengan cara mengangkat piring kotor ke bak cucian setelah selesai makan.
d) Saya akan makan lebih banyak sayuran dengan cara memakan semua wortel yang ada di dalam sop yang biasa disediakan Mama.

5. Lakukan Follow Up terhadap resolusi tahun baru secara periodik, tetapi jangan dengan omelan dan tuntutan.

Ketika Anak tidak melakukan apa yang dijanjikannya, jangan mengomel atau menuntutnya. Biasanya anak akan semakin malas dan mengerjakannya hanya karena terpaksa. Jangan berharap Anak akan langsung memenuhi janjinya dengan sempurna, apalagi membandingkannya dengan kakak atau adiknya. Tanyakan pada Anak, apa yang menghalanginya untuk melakukan resolusi tahun baru yang telah dibuatnya. Bantu mereka untuk menjadi bersemangat melakukannya.

6. Buatlah resolusi tahun baru untuk keluarga secara bersama-sama.

Resolusi tahun baru dapat membawa keluarga untuk menjadi lebih dekat. Sebuah keluarga dapat berdiskusi tentang hal-hal baru yang ingin dilakukan tahun ini. Hal-hal yang mungkin menyenangkan untuk dilakukan bersama-sama seperti , “Yuk, lebih sering mengunjungi Nenek” hingga “Yuk, sisihkan buku-buku dan mainan yang masih bisa dipakai untuk anak-anak panti asuhan” Resolusi tahun baru bagi keluarga juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan jiwa sosial dan tidak hanya terfokus pada pencapaian pribadi.

7. Jadikan Resolusi Tahun Baru Sebagai Ritual Yang Menyenangkan

Ketika Anda sekeluarga duduk bersama untuk membuat resolusi tahun baru, buatlah agar menyenangkan. Libatkan indera sebanyak mungkin: penglihatan, rasa, pendengaran, gerakan dan lain-lain. Bisa dengan membaca cerita seru dengan iringan musik yang menyenangkan, acara jagung bakar di halaman rumah sambil menikmati angin malam, atau membeli peta untuk merencanakan liburan.

Pada akhirnya, kita tahu keluarga modern cenderung memiliki hidup yang independen dan kesibukan masing-masing. Butuh momen-momen berharga untuk menjalin kedekatan keluarga dan berbagi hal-hal yang berharga bagi masing-masing anggota keluarga. Anak-anak tidak akan selamanya tinggal bersama Anda. Suatu hari nanti, mereka akan pergi untuk mengejar cita-cita atau memulai keluarga baru. Jadikan momen tahun baru sebagai sesuatu yang akan mereka rindukan. Sebuah rumah yang selalu ada di dalam hati mereka.

Happy New Year to all Parents and Teachers ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s