4 Persiapan Berlibur Bersama Anak (Berdasarkan Usia)

Liburan dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak: suasana yang baru, makanan yang tidak biasa, pemandangan yang indah hingga canda tawa bersama keluarga dapat menjadi kenangan tak terlupakan pada masa kanak-kanak mereka. Namun bagi para orang tua, berlibur bersama anak bisa menguras energi dan sangat melelahkan. Karena itu, liburan perlu disiapkan dengan baik. Perhatikan umur anak ketika merencanakan liburan karena ini akan memengaruhi tujuan wisata dan barang-barang yang perlu dibawa. Jangan sampai Anda membawa segudang koper berisi barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Hal terpenting dalam liburan adalah melibatkan anak dalam aktivitas bersama keluarga. Semakin besar keterlibatan setiap anggota keluarga, semakin banyak kenangan manis yang bisa dirajut. Dan para ayahpun perlu membantu mengawasi anak-anak juga ya. Jangan sampai asyik dengan ponsel atau laptop karena membawa kerjaan kantor sehingga kehilangan waktu yang menyenangkan bersama istri dan anak.

Nah, apa saja sih persiapannya kalau kita berlibur bersama anak?

1. Bayi di bawah usia 2 tahun

Pada usia ini, anak dapat dibawa kemana saja asalkan Anda memastikan mereka senang dan nyaman. Bayi belum terlibat secara langsung dan tergantung sepenuhnya pada orang tua mereka. Menurut Amanda Norcross, apabila Anda membawa bayi berlibur, penting sekali untuk menjaga keteraturan waktu makan dan tidur mereka. Semakin teratur ritme biologis mereka, semakin kecil kemungkinan mereka stress dan rewel. Jika Anda membawa babysitter, pastikan Anda melakukan double-check semua perlengkapan yang perlu dibawa dan menjelaskan pada sang babysitter tentang semua jadwal liburan yang akan dilakukan dan apa yang Anda harapkan dari babysitter dalam menjaga bayi Anda.

Siapkan popok, botol susu, selimut, bedak, perlengkapan mandi sesuai kebutuhan. Untuk perjalanan panjang, gunakan popok sekali pakai yang nyaman. Bawalah juga mainan yang dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian bayi apabila dia mulai rewel. Tak perlu banyak, pilih yang paling favorit saja.

2. Usia Balita

Usia balita sebenarnya usia yang sangat menyenangkan karena mereka mulai bisa berinteraksi dengan orang-orang sekitar dan mengeksplorasi lingkungan mereka. Jika Anda membawa balita, pastikan tempat yang Anda kunjungi cukup luas dan aman karena balita memiliki energi yang tinggi sehingga mereka senang berlari-larian mengeksplorasi lingkungan mereka, terutama bila Anda membawa anak laki-laki. Carilah vila atau hotel dengan lapangan olahraga atau kolam renang anak yang menyenangkan. Jika Anda membawa balita ke restoran, carilah restoran ramah anak yang memiliki menu anak serta kursi-kursi tinggi yang cocok untuk anak.

Agar balita Anda tidak membuat keributan di restoran, silakan baca tipsnya di sini:

7 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membawa Anak ke Restoran

Mulailah mengajarkan anak untuk tidak memercayai orang asing. Jangan sampai Anda keasyikan mengobrol dengan kerabat dan lalai mengawasi anak. Mengingatnya maraknya kasus penculikan anak maupun pelecehan seksual, usia balita adalah usia krusial yang memerlukan pengawasan ketat dari orang tua. Bahkan bagi Anda yang memiliki babysitter, tidak berarti Anda bisa berpangku tangan karena banyak hal yang bisa terjadi bila ada salah satu pihak yang lalai.

Pada usia ini, Anda perlu membawa pakaian ganti yang lebih banyak, apalagi bila anak-anak cukup aktif berlari-larian. Mulailah melakukan toilet training, jika anak masih punya kecenderungan mengompol, bangunkan pada jam-jam tertentu supaya Anda tidak terbangun dengan kasur basah! Terutama bila Anda berkunjung ke rumah kerabat, nggak seru kan waktu liburan habis untuk mencuci sprei? Tidak perlu membawa banyak mainan. Bawa satu saja dan bawa juga buku cerita bergambar yang menarik, yang mungkin bisa Anda bacakan menjelang tidur.

3. Usia SD

Anak-anak SD sudah cukup mandiri untuk memilih aktivitas dan permainan yang mereka sukai. Ini bukan saatnya lagi menyetir anak untuk melakukan apa yang Anda inginkan. Sebelum mengunjungi tempat wisata tertentu, berikan brosurnya pada anak dan ajaklah dia memilih aktivitas yang disukainya. Anda sebagai orang tua dapat memberi gambaran dan masukan. Ini adalah momen berharga dimana Anda mengajak anak-anak belajar berdiskusi dan mengutarakan pendapat. Anda juga dapat membuat perjanjian dan kesepakatan mengenai hal-hal yang tidak boleh dilanggar. Misalnya soal merengek dan meraung untuk menuntut Mama membeli mainan kesukaannya atau kecenderungannya untuk berlari-lari dan membuat keributan saat makan bersama keluarga di restoran.

Mengenai barang bawaan, libatkan mereka dalam mengepak barang. Mereka boleh membawa boneka, bantal atau selimut kesayangan dengan catatan mereka harus bertanggung jawab menjaganya. Bawa baju ganti yang cukup, obat-obatan luar maupun dalam, perlengkapan P3K, jaket, topi payung dan lain-lain untuk keadaan darurat.

4. Usia Remaja

To be honest Mom, anak yang sudah beranjak remaja lebih senang hang out bersama teman-teman dari pada keluarga. Jadi jangan menganggap mereka seharusnya senang saat diharuskan untuk berbasa-basi dengan om atau tantenya saat makan bersama keluarga besar apalagi menjaga adik atau keponakan yang masih kecil saat liburan ke puncak bersama. Ketika Anda mengajak anak-anak yang sudah remaja, berikanlah kebebasan yang lebih luas. Berikan mereka kesempatan untuk memilih kegiatan yang mereka sukai. Dengarkan pendapat mereka. Selama Anda yakin lingkungannya aman, Anda boleh mengizinkan mereka untuk mengeksplorasi sendiri. Jika Anda menugaskan anak remaja Anda untuk menjaga adiknya, pastikan tugas itu dilakukan bergantian sehingga mereka tidak kehilangan waktu untuk bersenang-senang.

Pada akhirnya liburan adalah saat-saat yang istimewa untuk menciptakan memori yang indah bersama keluarga. Bagi Moms yang sudah sibuk mengepak barang, selamat berlibur dan bersenang-senang ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s