7 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membawa Anak ke Restoran

Makan di luar bersama keluarga saat liburan akhir pekan tentu menyenangkan ya, Moms. Selain melepaskan kepenatan dari pekerjaan kantor dan tuntutan rumah tangga yang tak habis-habis, makan bersama merupakan kesempatan emas untuk membangun hubungan keluarga yang harmonis, bercerita atau tertawa bersama orang-orang terkasih dan menciptakan memori yang tak terlupakan bagi anak-anak ketika mereka beranjak dewasa nanti. Namun tidak mudah untuk membuat anak-anak duduk manis di restoran sehingga sering kali maksud baik ini berakhir dengan keributan dan stress. Karena itu, yuk kita lihat hal-hal yang harus diperhatikan saat mengajak anak makan bersama di restoran:

1. Persiapkan dengan baik.

Jika Anda membawa anak-anak, cari tahu terlebih dahulu tentang restoran yang akan Anda kunjungi. Jangan sampai makan malam Anda menjadi bencana karena Anda mengunjungi restoran yang salah: makanan yang tidak enak, suasana yang tak nyaman atau staf yang lamban dan tidak ramah. Apakah ada kursi tinggi khusus untuk anak-anak? Bagaimana dengan kids’ menu? Bagaimana letak antar mejanya? Apakah cukup lapang atau sempit? Jika Anda membawa banyak barang bawaan, apakah ada tempat yang khusus untuk menaruhnya? Jika Anda membawa bayi, apakah ada tempat untuk meletakkan kereta dorongnya? Bila Anda sedang berlibur ke kota yang belum pernah Anda kunjungi sebelumnya, Anda dapat melihat review-nya terlebih dahulu. Bandingkan review di laman yang berbeda-beda supaya Anda bisa mendapatkan informasi seobjektif mungkin.

2. Hindari jam sibuk

Jika Anda membawa balita untuk makan di luar, maka sejam sebelum jam makan siang atau sejam sebelum jam makan malam adalah waktu yang tepat. Apalagi bila Anda mengunjungi restoran yang terkenal. Restoran yang masakannya terkenal enak biasanya ramai. Semua orang bisa frustasi kalau balita Anda menjerit-jerit menangis atau berlari-lari dengan kakaknya pada saat restoran dipenuhi pengunjung. Lebih baik Anda makan malam lebih awal, selain lebih sepi dan lebih bebas, anak-anak juga tidak kelaparan setelah seharian beraktivitas.

3. Pilih restoran yang menyediakan menu sehat untuk anak.

Makanan yang dimakan anak-anak tentu berbeda dengan orang dewasa. Makanan yang pedas atau yang porsinya besar tentu tidak dapat dinikmati anak-anak. Menu anak tidak hanya berupa sosis, mie, French fries atau chicken nuggets, Moms. Jangan sampai Anda membiasakan anak makan makanan instan karena setelah dewasa akan lebih sulit mengubah pola makan dan selera mereka. Carilah restoran yang menyediakan menu yang bergizi, tapi cocok untuk anak, misalnya makanan dengan porsi lebih kecil dan bentuk-bentuk lucu yang lebih disukai anak.

4. Pesan makanan anak terlebih dahulu.

Ini hal sederhana yang sering tak terpikirkan. Jika Anda memesan makanan untuk satu keluarga secara bersamaan, akan butuh waktu lebih lama untuk memasaknya. Anak-anak kecil tidaklah sesabar orang dewasa. Semakin mereka gelisah, semakin besar kemungkinan mereka membuat keributan. Mereka juga memerlukan waktu yang lebih lama untuk menghabiskan makanan. Karena itu, pesanlah makanan anak bersamaan dengan minuman sehingga bisa diantarkan terlebih dahulu. Ukurlah serving time dari setiap restoran yang Anda kunjungi. Bila membawa anak, sebaik kunjungi restoran yang para pegawainya lebih gesit bekerja sehingga suapaya anak-anak tidak membuat keributan yang membuat Anda stress karena menunggu terlalu lama.

5. Jauhkan barang yang tak perlu dari jangkauan anak.

Anak-anak memiliki rasa penasaran yang tinggi. Keponakan saya yang baru berusia 4 tahun bisa tiba-tiba memiliki kemampuan menjangkau yang jauh saat duduk di sebuah restoran. Teko-teko dan cangkir kopi, gelas-gelas yang cantik, tempat lada dan sambal ala vintage hingga sumpit, garpu, pisau steak tak lolos dari tangan jahilnya. Karena itu, bila balita Anda mudah penasaran dan senang bereksplorasi dengan tangannya, jauhkan barang-barang yang mudah pecah dari jangkauannya. Pastikan di depan mejanya hanya ada makanan yang dia butuhkan saja. Jika Anda mengizinkan anak untuk membawa mainan, pastikan itu bukan mainan yang harus digerak-gerakkan seperti mobil atau pesawat sehingga membuat anak menyenggol gelas di meja. Bawalah boneka atau bantal yang bisa dipeluk saja, atau mungkin buku cerita bergambar yang menarik. Bila Anda memberikan handphone Anda agar sang buah hati bisa duduk tenang menonton film kartun kesukaannya di youtube, simpanlah handphone tersebut saat tiba waktunya makan.

6 Pikirkan tamu lain.

Balita yang berlari-larian, menangis atau menjerit-jerit jelas akan mengganggu tamu restoran yang lain. Anda mungkin mentolerir keributan-keributan di meja makan atas nama cinta, tapi orang lain tidak. Bicaralah pada anak bila dia uring-uringan, bawalah keluar untuk berjalan-jalan sebentar atau berikan mainan yang dapat menenangkannya. Jangan dibiarkan Moms karena tentu kita tidak dapat menikmati makan malam dengan tenang jika mendapat tatapan sinis dari tamu-tamu lain.

7 Masalah Babysitter.

Ketika Nisya Ahmad membuat menu khusus babysitter yang dinamai maid menu di restoran Shabu Hachi miliknya, media sosial langsung heboh, bukan hanya karena pemberian menu tersebut dianggap melecehkan dan merendahkan profesi mereka, tetapi inisiatif lahirnya menu tersebut menimbulkan perdebatan tentang apakah asisten rumah tangga sebaiknya ikut makan saat keluarga majikannya makan di restoran atau tidak. Nisya berpendapat dia kasihan melihat banyak asisten rumah tangga yang hanya berdiri saja dengan kelaparan menunggu keluarga majikannya selesai makan karena sang majikan tidak mau membayar 150 ribuan hanya untuk makan babysitter. Nah Moms, ini adalah hal yang harus dipikirkan bila Anda membawa anak beserta babysitter yang mengasuhnya keluar makan. Saya tidak akan berkomentar mengenai sebaiknya Anda membayari sang babysitter atau tidak. Itu keputusan Anda, Moms. Hanya bila babysitter tidak ikut makan, maka Anda sebaiknya memastikan dia sudah makan di rumah sebelum membawanya ke restoran. Jangan sampai sang babysitter kelaparan sementara menunggu keluarga besar Anda menikmati hidangan lezat di meja makan. Setidaknya kalau Anda ingin sang babysitter betah dengan pekerjaannya.

Selamat berakhir pekan, Moms. Semoga pengalaman Anda makan bersama keluarga menjadi lebih menyenangkan 🙂

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s