7 Cara Mengajarkan Matematika Pada Balita

Usia balita adalah usia yang krusial untuk belajar dan bereksplorasi. Otak balita berkembang pesat di bagian matematika dan bahasa sehingga penting sekali untuk mulai memperkenalkan permainan matematika dalam bentuk permainan di tahapan usia sebelum 5 tahun. Bagi si kecil, apapun yang Anda lakukan bersamanya pastilah menyenangkan, termasuk matematika. Namun masalahnya, tak banyak yang tahu bagaimana cara memperkenalkan konsep matematika dengan benar. Matematika itu lebih dari sekedar “menghapal angka” atau berhitung “1 + 1” Ada banyak bagian dari dasar-dasar matematika yang harus diperkenalkan pada anak-anak.

1. Mengenal pola 

Pola merupakan bagian terpenting dari matematika dan sains karena kemampuan untuk mengenal pola akan menolong kita untuk memahami bagaimana logika bekerja. Anda dapat mengajari sang buah hati untuk mengenal pola dari sejak bayi dengan berbagai permainan dan aktivitas menyanyi, menari, menyentuh hidung dan jari kaki serta merasakan tekstur yang berbeda-beda.

2. Teknik Menyusun 

Keterampilan menyusun merupakan dasar dari kemampuan untuk berpikir kritis, memahami sebab-akibat dan membangun logika. Dengan keterampilan menyusun, anak akan mampun mengurutkan cerita maupun peristiwa dalam pengalaman hidupnya sehingga menolongnya untuk tumbuh secara kognitif maupun emosional. Cara paling sederhana untuk mengajarkan teknik menyusun adalah bermain dengan lego, puzzle, mainan konstruksi dari kayu, atau bahkan membacakan dongeng. Dengan memahami jalan cerita, anak akan belajar untuk memahami sebab-akibat dan peristiwa-peristiwa dalam pengalaman hidup.

3.Teknik Mengurutkan

Mengurutkan merupakan konsep yang penting dalam matematika. Sebelum mengurutkan angka, anak-anak balita dapat belajar mengurutkan mainan mereka berdasarkan ukuran besar kecil, tinggi rendah dan panjang pendek. Teknik mengurutkan sangatlah penting untuk membantu anak mengembangkan konsep logika. 

4. Hubungan Tiga Dimensi 

Tahukah Anda bila konsep grafik dan koordinat sebenarnya dapat diperkenalkan sejak dini dengan cara yang sangat sederhana? Konsep ini bahkan dapat menolong bayi untuk memahami keberadaan fisik dirinya dan hubungannya dengan lingkungannya. Bayi yang baru belajar merangkak dapat diarahkan untuk bergerak ke kiri, kanan, depan, belakang dan mengenal konsep atas bawah. Anak-anak balita yang lebih besar dapat diajak bermain dengan puzzle, labirin hingga bermain di peluncuran dengan pola warna-warni. Bersenang-senanglah dengan si kecil dengan mengajaknya bergerak, merangkak, berjalan, berputar dan meluncur!

5.Pengelompokan

Kemampuan mengelompokkan penting dalam dunia sains dan matematika. Dengan mengelompokkan, para ilmuwan dapat mengklasifikasikan spesies mahluk hidup hingga mempelajari jenis-jenis bakteri dan virus yang berbahaya. Siapa sangka keahilin ini dapat dimulai dari hal yang sederhana seperti mengelompokkan mainan! Anak-anak balita sudah dapat diajarkan untuk membereskan mainan mereka dengan cara mengelompokkannya dan menaruhnya dalam kotak warna-warni atau rak mainan yang berbeda-beda.  Misalnya ad arak khusus boneka, bola, lego, mobil-mobilan dsb.

6.Perbandingan 

Di sinilah ilmuwan cilik Anda dapat beraksi. Balita sudah dapat membedakan dua macam benda berdasarkan warna, ukuran dsb. Bila Anda bermain dengan si kecil, berikan kesempatan padanya untuk sedikit melatih kemampuan analisa dengan membedakan besar dan kecil, panjang dan pendek dan sebagainya. 

7.Berpasangan 

Teknik berpasangan melibatkan kemampuan untuk menghubungkan sebuah objek dengan objek yang lain. Di usia 3 tahun, anak sudah dapat belajar menghubungkan jumlah konkrit dengan lambing bilangan. Misalnya dua buah boneka dapat dipasangkan dengan karton bertuliskan angka “2”  Dengan teknik ini, anak akan mendapatkan dasar-dasar yang kuat untuk memahami operasi bilangan seperti penjumlahan atau perkalian di kemudian hari.

Kunci terpenting dalam mengajarkan matematika adalah membangun kesan yang positif dan menyenangkan tentang matematika bagi anak. Jangan pernah mengeluarkan pernyataan seperti “matematika itu susah” atau “jangan seperti Papa yang ulangan matematikanya selalu jelek.” Pokoknya jangan beri kesan apapun tentang kesulitan dalam matematika. Anda harus menunjukkan pada balita Anda kalau belajar matematika adalah hal yang sangat alami, semudah merapikan mainannya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s