Mengantisipasi Komplain Orang Tua – Do and Don’t (Part 2)

Pada postingan sebelumnya di sini, saya pernah membagikan hal-hal yang harus dilakukan untuk mengantisipasi komplain dari orang tua. Bagaimana kalau Anda sudah berusaha semaksimal mungkin menjadi guru yang baik, tapi masih saja ada yang komplain? Situasi ini tentu membuat siapapun frustasi. Nah, kita lihat yuk skenario apa sih yang bisa menyebabkan komplain?

1. Ada kesalahpahaman antara Anda dan orang tua.
2. Ada hal-hal yang perlu ditingkatkan lagi dalam kinerja Anda sebagai guru, entah lebih teliti dalam mengoreksi soal ulangan, maupun lebih bijak dalam menangani konflik antar murid.
3. Ekspektasi orang tua terhadap guru yang tidak masuk akal.

Poin 1 dan 2 masih ada dalam kendali kita sebagai seorang guru. Kita bisa meluruskan kesalahpahaman atau membenahi kinerja kita. Untuk menangani poin ketiga, benar-benar dibutuhkan komunikasi dan people skill yang matang dalam menghadapinya. Namun apapun penyebabnya, kita masih dapat mengatasi komplain dengan menerapkan prinsip “Don’t” berikut ini:

1. Jangan pernah menunda penanganan konflik

Sering kali konflik besar berawal dari konflik-konflik kecil yang tidak ditangani dengan baik. Jika orang tua mengeluh tubuh anaknya memar-memar setiap pulang dari sekolah, jangan diabaikan. Periksa apakah memang terjadi kekerasan yang dilakukan teman sekelasnya. Jika orang tua mengeluh nilai anaknya turun, panggil dan ajaklah bicara untuk mengidentifikasi penyebab-penyebabnya. Jangan pernah menunda.

2. Jangan berikan PR mengenai materi yang belum diajarkan di sekolah.

Berikan PR yang dapat dikerjakan anak. Komplain sering muncul saat murid membawa pulang PR yang tidak sanggup mereka kerjakan sehingga mau tak mau orang tua yang harus mengajarkannya pada mareka. Idealnya, tugas PR adalah urusan antara Anda dengan murid. Orang tua boleh membimbing anak, tapi PR harus dikerjakan oleh anak itu sendiri. Karena itu, hanya materi yang dimengerti anak yang boleh Anda jadikan PR. Kalau anak belum mengerti, lebih baik Anda ajarkan di kelas dulu sampai anak-anak mengerti.

3. Jangan membalas komplain dengan kata-kata ketus.

Menangani komplain setelah kelelahan mengajar seharian bisa membuat frustasi. Dan kadang-kadang ada saja orang tua yang menurut kita keterlaluan. Mungkin mereka tidak segan mengirimkan pesan dengan kata-kata tajam ketika sedang komplain. Nah, kalau kata-kata itu membuat Anda marah, tariklah napas dan jauhkan ponsel Anda. Jangan pernah membalas pesan ketika Anda sedang marah atau tersinggung. Situasi yang emosional bisa menyebabkan kita salah bicara. Jangan sampai berkata-kata ketus dan kasar, apalagi kalau itu disampaikan secara tertulis. Mengapa? Karena tulisan itu dengan mudah dapat di capture hingga akhirnya menjadi viral. Repotkan kalau sudah begini?

4. Hindari “bergosip” dengan orang tua lain.

Hal yang pantang dilakukan ketika menerima banyak komplain dari satu orang tua adalah membicarakannya dengan orang tua lain. Guru dan orang tua perlu menjalin hubungan yang dekat, tapi tetap profesional. Seorang guru hendaknya bersikap adil, memperlakukan anak-anak dan orang tua manapun dengan setara, tanpa pilih kasih. Guru juga harus bersikap netral ketika terjadi konflik. Karena itu, berhati-hatilah saat berbicara dengan orang tua murid. Jangan sampaikan Anda bergosip tentang orang tua murid yang lain sehingga menghancurkan reputasi Anda sendiri.

Tak ada guru yang sempurna, demikian juga tak ada orang tua yang sempurna. Buat teman-teman guru yang punya beragam pengalaman dalam menghadapi orang tua murid, silakan share di sini yuk 🙂 

 

 

 

Advertisements

7 comments

  • Untuk penanganan orang tua saya sempet mengalami kejadian dimana orang tua mau anaknya progress dengan cepat sedangkan perkembangan pola pikir anaknya lambat sampai msh blm bisa bicara dan melompat di umur 10 tahun. Sedangkan orang tuanya orang sibuk biasa kerja di luar negeri. Kira” bagaimana penanganannya? Trima kasih

    Like

  • Pembahasannya sangat menarik dan hampir semuanya berhubungan dengan pengalaman saya mengajar terutama mengenai hubungan guru dan orang tua.
    Membahas hal ini saya merasa tidak sendirian yang mengalami hal-hal tersebut, dan menyenangkan sekali bisa mendiskusikan sekaligus menemukan solusi dari permasalahan yang dialami.
    Terimakasih bu Sylvia, semoga tetap menginspirasi banyak orang dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat.

    Like

  • Terima kasih atas sharing yg diberikan kepada kami di Sekolah Talenta. Kami merasa terbantu terutama yg berkenaan dengan cara menangani dan mengantisipasi hubungan bersama orangtua yg berkenaan dengan pembelajaran anaknya di sekolah. Banyak hal yg kami dapatkan dan kami merasa hal tersebut sangat dekat dengan situasi di sekolah kami. Yg kami suka krn ini bentuknya adalah sharing maka terjalin komunikasi dan interaksi antara pembicara dgn peserta.

    Like

  • Terimakasih bu Sylvia, hari ini kami belajar memberi rasa aman dalam mengembangkan diri sebagai guru, dalam mengembangkan potensi siswa, dan hubungannya dengan orangtua sebagai bagian penting pendukung proses belajar dan pengembangan totalitas kepribadian.
    Sukses selalu. Tuhan memberkati. Salam

    Like

  • Terima kasih atas jwbnnya : bila ada masalah yg berkaitan dengan orang tua yang tidak percaya materi yang kita berikan ksh rekomendasi buku, tawar menawar dengan orang tua mengenai tugas dan bawa orang yg lebih ahli lalu bila ortu tsb hopeless ksh harapan kita harus lebih concern aja kok Bu pasti dia bisa

    Like

  • Menurut sy sih dengan kasus di atas … Apabila guru sdh tdk bisa menyelesaikan permasalahannya dgn org tua, mgkn di butuhkan pihak ke tiga untuk menetralkan permasalahan. Krn permasalahn guru dengan org tua murid harus selesai dan tuntas.

    Pertemua hari ini mnrt sy sgt bermanfaat krn kita dapat tau cara” penganganan” apa yg hrs di lakukan dalam menghadapi org tua murid.

    Like

  • Terimakasih Ibu Sylvia atas ilmu yang di share, teknik dan tips-tips berdasarkan pengalaman secara real begitu sangat membantu kami para guru2 bagaimana ke depannya mengantisipasi jika terjadi dan menghadapi komplain orangtua kedepannya. Serta pengalaman yang dibagikan begitu sesuai dengan yang sering kami lalui, sehingga akhirnya kami mendapat ilmu2 dan tips yang sangat membantu.

    Memang butuh sekali sharing mengenai masalah komplain orgtua ini. Terimakasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s