Yuk, Ajak Anak Jalan-jalan ke Museum …

Kita yang tinggal di daerah perkotaan senang mengajak anak-anak ke mall untuk bermain, belanja dan jalan-jalan. Dan sekarang sudah ada trend baru mengajak anak-anak ke museum lho. Dengan perbaikan fasilitas yang dilakukan pemerintah, beberapa museum sekarang kelihatan keren dengan fasilitas baru seperti video interaktif, diorama yang dramatis hingga aktivitas yang asyik. Sebut saja kegiatan belajar membatik di museum batik, bersepeda di kota tua, naik ke puncak Monas hingga mengunjungi museum-museum modern yang instagrammable seperti museum macan atau Museum Upside-down di Bandung.

Masalahnya, anak-anak kecil mudah sekali bosan sehingga mereka berlari-larian dan membuat keributan. Padahal tujuan kita mengajak mereka ke museum adalah untuk membangkitkan rasa ingin tahu mereka terhadap pengetahuan baru. Jadi, apa sih yang harus dilakukan ketika mengajak anak-anak ke museum?

1.Membuat Rencana

Ada banyak museum di kota-kota besar di Indonesia sehingga kita perlu riset dulu mana museum yang cocok untuk usia anak. Tidak semua museum menyediakan pemandu sehingga kita setidaknya harus punya sedikit pengetahuan ketika anak bertanya macam-macam. Perhatikan juga waktunya. Pada hari libur, biasanya museum akan sangat ramai. Itu hal yang harus diantisipasi. Ketika membawa orang tua saya mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika pada akhir tahun, saya harus menunggu lebih dari 3 jam di depan museum karena ternyata pengunjung sangat ramai dan museum hanya membatasi 150 pengunjung saja. Karena itu, sangat penting untuk mencari informasi dulu mengenai waktu yang tepat. Jangan sampai saking ramainya, Anda dan anak-anak akhirnya tidak dapat menikmati suasana.

2. Biarkan Anak-anak Bereksplorasi Dengan Aman

Parenting bukanlah tentang mengontrol anak-anak, tapi memberikan kesempatan paa anak untuk memilih dan bertanggung jawab akan pilihannya dengan pengawasan orang tua. Nah, kalau Anda dan anak-anak mengunjungi Museum Geologi Bandung, berikan denah museum atau tanyakan pada anak, mana yang ingin mereka lihat terlebih dahulu: batu-batu permata di bumi, fosil dinosaurus atau manusia purba? Libatkan anak-anak dalam setiap prosesnya. Pernah saya lihat seorang anak umur 7 tahun yang dimarahi ibunya karena berlama-lama mengamati video terjadinya gempa bumi di museum geologi hanya karena ibunya sibuk mau cari spot untuk selfie! Boleh-boleh saja kita selfie, Moms, tapi kalau kita mengajak anak-anak ke museum, pastikan anak-anak kita juga belajar sesuatu dari sana.

3. Buatlah Menjadi Relevan Dan Menyenangkan.

Anak-anak mungkin tidak mengerti apa arti perjuangan Fatahillah bagi Jakarta atau apa pentingnya prasasti Kerajaan Kutai bagi kehidupan mereka di masa kini, tetapi anak-anak senang sekali mendengar cerita. Dengan membawa mereka ke dunia masa lalu lewat cerita-cerita, Moms dapat menunjukkan relevansi dengan menghubungkannya dengan sesuatu di masa kini: misalnya tulang dinosaurus dengan film yang lagi ngetrend, diorama-diorama di Monas dengan peristiwa bersejarah di buku pelajaran mereka atau mainan-mainan masa lalu di Museum Gajah dengan mainan mereka masa kini.

4. Cari Pengalaman Yang Interaktif.

Ada beberapa museum yang menyediakan pengalaman yang interaktif, tidak hanya sekedar menampilkan etalase masa lalu. Misalnya, Museum Batik yang mengajari anak-anak membatik atau Museum Layang-layang yang mengajarkan cara membuat layangan. Bersepeda pagi atau sore di kota tua juga bisa menjadi kegiatan mengasyikkan, tapi dengan catatan anak-anak sudah cukup besar untuk mengendarai sepeda yang disewakan di sana.  

5. Bagi Tugas Untuk Mendampingi Anak-anak.

Jika ada lebih dari satu orang dewasa dalam rombongan Anda, maka bisa dibuat pembagian tugas untuk mengawasi anak-anak. Misalnya Sang Ayah membawa anak yang lebih besar untuk melihat lukisan-lukisan, sang Ibu bisa membawa sikecil untuk melihat boneka-boneka wayang dari mancanegara. Anak-anak yang lebih besar bisa diajak ke tempat yang bisa merangsang diskusi, sementara anak-anak kecil cenderung tidak bisa diam, sehingga perlu diajak ke tempat yang ada aktivitasnya.   

6. Berikan Reward.

Berdiam diri di museum yang sepi bukanlah hal yang mudah bagi anak-anak. Karena itu bila anak-anak berhasil menunjukkan perilaku yang baik selama jalan-jalan ke museum, tidak merengek dan uring-uringan, kita perlu memberikan apreasiasi, Moms. Ajak anak-anak untuk menikmati es krim kesukaan mereka atau mungkin bermain di taman atau mall – tergantung tempat tinggal Anda – untuk menyalurkan energi mereka.

Jadi, yuk ajak anak-anak ke museum, Moms 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s