7 Ciri Guru Yang Berdedikasi

Teachers are heroes. Para ahli pendidikan memercayai kesuksesan siswa seringkali berpusat pada hubungan personal mereka dengan gurunya. Sangat sulit untuk menemukan indikator sukses di dunia pendidikan, karena sukses berbicara lebih dari sekadar nilai-nilai akademik yang bagus sehingga seorang pendidik harus terus menerus mengevaluasi bagaimana kualitas mengajar mereka. Namun, ada pertanyaan paling penting untuk yang selalu harus ditanyakan seorang guru pada dirinya sendiri.

“Apakah saya berhasil menjangkau murid saya?”
“Apakah saya sudah berdedikasi?”

Indonesia membutuhkan guru-guru yang berdedikasi. Bila Anda seorang pendidik, maka dengan mengenali ciri-ciri berikut, Anda bisa mengevaluasi diri untuk terus mencapai hal yang lebih baik:

1.Guru berdedikasi memiliki target yang jelas

Bagaimana kita tahu kalau kita menempuh jalan yang tepat ketika sedang bepergian ke sebuah tempat yang baru? Ya, kita menggunakan bantuan GPS untuk memberi arahan pada tujuan kita. Nah, dalam dunia pendidikan, rencana pembelajaran Anda bertindak sebagai peta yang akan mengarahkan Anda untuk membawa murid Anda menuju kesuksesan. Karena itu, penting sekali bagi seorang guru untuk menetapkan target sehingga tidak sekedar mengajar asal-asalan dan menghabiskan waktu saja. Target di sini haruslah lebih dari sekedar nilai. Murid Anda mungkin mendapatkan nilai 90 dalam pelajaran Bahasa Inggris. Tapi apakah dia mampu bercakap-cakap dengan orang asing secara lancar?

2. Guru berdedikasi sanggup bekerja tanpa penghargaan instan.

Saya bukanlah seorang yang setuju dengan pernyataan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda saja, karena bagi saya kalimat ini sering disalahgunakan untuk tidak memberikan kesejahteraan yang layak bagi guru. Tapi saya harus mengakui, bekerja sebagai guru berarti Anda harus sanggup bekerja tanpa pujian.

Ketika sedang makan siang dengan seorang rekan guru yang sudah mengajar selama 32 tahun, tiba-tiba saja rekan saya mengenali murid perempuannya yang sekarang sudah duduk di kelas 2 SMA. Rekan saya begitu gembira, langsung menyalami dan memeluknya sementara mantan muridnya ini hanya tersenyum dan berbasa-basi. Dia mengatakan tidak lagi mengenali gurunya karena sudah lupa. Setelah dia pergi, rekan saya dengan bersemangat bercerita tentang pengalamannya mengajar murid ini. Ketika saya mengatakan murid ini sepertinya tidak mengingatnya, rekan saya menjawab “Wajar, guru SD memang jarang diingat,” katanya. Dia tidak terlihat kesal ataupun marah dengan hal tersebut, malah terlihat santai.

Kejadian ini membuat saya prihatin. Namun saya memercayai bahwa rekan saya, maupun teman-teman lain yang sudah puluhan tahun bekerja menjadi guru menyadari bahwa seorang guru harus sanggup bekerja tanpa penghargaan. Seringkali jerih payah dan maksud baik seorang guru tidak dihargai sehingga jika Anda ingin tetap ada dalam profesi ini, Anda harus berhenti mengharapkan pujian.

3. Guru berdedikasi mengambil risiko

Keberanian mengambil resiko merupakan salah satu formula sukses. Murid Anda perlu melihat bagaimana Anda berani mencoba hal-hal baru yang belum pernah dilakukan di kelas. Murid Anda juga akan mengamati cara Anda menangani kegagalan. Jika Anda berani mengambil resiko, Anda memberikan teladan pada murid untuk berani menghadapi tantangan hidup di masa depan.

4. Guru berdedikasi mengevaluasi diri mereka sendiri

Agar terhindar dari kesombongan, seorang guru berdedikasi selalu menyediakan waktu untuk mengevaluasi metode mengajar dan cara mereka berhubungan dengan siswa. Refleksi diri adalah hal yang penting untuk mengatasi kelemahan diri sendiri dan mencapai hal yang lebih maksimal.

5. Guru berdedikasi tidak pernah berhenti belajar

Sesibuk-sibuknya seorang guru, penting sekali untuk meluangkan waktu untuk terus belajar, entah Anda membaca buku-buku, majalah, koran, menonton video, mengakses internet, Anda perlu terus memperkaya diri dengan hal-hal baru. Bahkan ketika menjadi guru kelas 1 SD pun, saya belajar lebih banyak tentang dunia anak-anak di masa kini: mengapa lagu baby shark cepat ngetrend, game atau film apa yang disukai anak-anak sekarang. Kemampuan apa yang harus dikuasai anak di abad 21 nanti.

6. Guru berdedikasi mencintai pekerjaannya.

Mudah sekali mengenali guru yang mencintai pekerjaan mereka. Mereka bersemangat dan memberikan perhatian penuh pada siswa. Semangat mereka memotivasi seisi kelas. Bahkan untuk pelajaran sulit seperti fisika dan kalkulus, materi tersebut seolah-olah akan hidup jika Anda mencintai pekerjaan Anda. Jika Anda menjadi guru karena terpaksa, maka anak dapat melihatnya. Karena itu, sebelum bekerja sebagai guru, pastikan dulu bahwa Anda mencintai mengajar, karena pada akhirnya, kekuatan cintalah yang dapat membuat kita semangat dan berdedikasi.

Selamat mengajar 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s