6 Cara Memilih Mainan Yang Tepat

Moms, sekarang mainan edukatif sudah ngetrend banget karena selain bisa digunakan untuk bermain, mainan edukatif juga bisa membuat anak cerdas. Bahkan mainan dapat menjadi teman sang buah hati dalam perjalanannya belajar mengenal dunia. Berbagai bidang studi seperti matematika, sains, bahasa dan lain-lain dapat dikuasai dengan cepat dengan bantuan mainan edukatif sehingga guru-guru sekolah pun mulai menggunakannya.

Dengan banyaknya iklan mainan edukatif yang membanjiri media, bagaimana Mom bisa tahu mainan mana yang cocok untuk anak? Berikut ini adalah 6 cara memilih mainan edukatif bagi Anak:

• Pilih mainan yang sesuai dengan hobi dan kemampuan anak.

Sebelum sebuah mainan edukatif dapat berperan untuk mencerdaskan anak, mainan tersebut harus disukai oleh anak terlebih dahulu. Jika Anak menyukai dinosaurus, pilihlah mainan yang berfokus pada konsep prasejarah. Jika anak Anda menyukai bangunan rumah dan gedung-gedung, pilihlah mainan rumah-rumahan yang dapat dirancang sendiri. Untuk anak yang masih belajar membaca, pikirkan cara menggabungkan set mainan tersebut dengan huruf-huruf dan suara. Yang paling penting, pertimbangkan mainan edukatif tersebut dari perspektif anak. Mainan edukatif haruslah menyenangkan dan membuat anak tertantang, tetapi jangan terlalu sulit sehingga anak berhenti memainkannya.

• Pilihlah mainan yang dapat digunakan dengan berbagai cara.

Mainan edukatif yang bersifat terbuka seperti mainan lego yang dapat dipasang-pasang, kartu-kartu untuk melatih kecerdasan atau kerajinan tangan yang dapat dikreasikan dengan berbagai cara. Mainan edukatif jenis ini dapat merangsang kreativitas dan dapat dimainkan berulang-ulang dengan cara yang berbeda. Bahkan mainan jenis ini dapat “bertumbuh” bersama anak-anak Anda sehingga cukup awet dipakai. Manfaat lainnya, mainan jenis ini menumbuhkan minat anak untuk belajar sains, teknologi dan matematika. Anak-anak dapat menggunakannya untuk membangun penemuan dan kreasi mereka.

• Pilihlah mainan yang merangsang imajinasi anak dan memberikan kesempatan untuk bermain peran. Anak-anak senang sekali meniru dan bermain peran. Entah itu polisi, detektif, dokter, guru, pemadam kebakaran atau bahkan penyihir dan putri kerajaan. Bermain peran adalah cara terbaik untuk mengembangkan imajinasi, kreativitas, keterampilan bahasa dan komunikasi. Ketika anak memerankan sesuatu, mereka belajar membangun kosakata dan percakapan seputar topik tersebut. Misalnya ketika bermain dokter-dokteran, anak belajar menirukan percakapan antara dokter dan pasien.

Untuk kepentingan seperti ini, Mom bisa membelikan mainan yang mendukung anak bermain peran, misalnya maian perangkat masak, mainan mesin kasir dan uang, boneka-boneka binatang, dinosaurus, mobil pemadam kebakaran atau permainan dokter-dokteran.

• Pilih mainan yang harus dilakukan bersama-sama.

Mom, jangan sampai sering membiarkan anak bermain sendirian. Kemampuan akademik memang penting, tapi yang membuat anak bisa berhasil dalam hidupnya adalah keterampilan sosialnya. Mainan yang memfasilitasi anak untuk berinteraksi dengan anak-anak lainsangat penting bagi perkembangan sosial anak. Permainan seperti catur, monopoli, scrabble layak dipertimbangkan. Bahkan permainan kartu seperti UNO, Apples to Apples dan kartu-kartu bahasa lainnya sangat direkomendasikan. Semua permainan ini mengajarkan anak bagaimana menunggu giliran, berbagi dan bagaimana berkompromi. Bagi anak-anak yang lebih besar, permainan ini mengajarkan anak bagaimana bekerja sama dalam kelompok dan memecahkan masalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s