4 Langkah Mencari Guru Les Privat Yang Cocok

Saat melihat sang buah hati kesulitan dalam menghadapi pelajaran disekolah dan tertinggal jauh dari teman-temannya, sebagai orang tua tentu kita khawatir ya Moms. Salah satu cara populer untuk mengatasinya adalah dengan membayar guru les privat. Tapi sebelum Mom buru-buru mencari guru les privat, ada hal-hal yang harus kita pahami dulu. Guru les yang tepat akan medorong anak menemukan potensi dirinya selama mengadakan proses belajar yang menyenangkan. Namun, guru les bukanlah “penyihir” yang dapat mengubah nilai-nilai anak naik drastis dalam sekejap.

1. Pahami Kebutuhan Anak

Setiap anak memiliki kebutuhan yang unik dan setiap guru les privat memiliki tingkat pengetahuan dan kepedulian pada anak yang berbeda-beda. Karena itu, sangat penting untuk mengetahui apa yang Anda inginkan untuk mengidentifikasi guru paling tepat yang Anda butuhkan dari segi keterampilan mengajar, pengalaman, komitmen dan kepribadian sang guru. Tanyakan pada diri Anda sendiri atau guru sekolah Anak Anda:

a.Pertanyaan yang paling penting: “Apakah anak saya sendiri ingin belajar?” Motivasi untuk belajar harus datang sendiri dari anak. Sang guru les bisa saja berusaha membuat pelajaran menjadi menyenangkan, tapi jika anak memang tidak mau belajar, sia-sia Anda mengeluarkan banyak uang untuk membayar guru les. Jika anak tidak mau belajar, pahami sebabnya. Apakah karena terlalu banyak menghabiskan waktu bermain game? Apakah anak frustasi dengan kegagalannya mengerjakan soal sehingga tidak memiliki kepercayaan diri?

Ajaklah anak untuk bicara dari hati ke hati. Marah-marah dan membandingkan sang anak dengan anak lain yang lebih rajin atau lebih pintar seringkali tidak membantu. Malahan akan membuat anak menjadi lebih antipati untuk belajar. Sebaliknya menyuap anak dengan menjanjikan mainan, liburan atau hal-hal materi lainnya yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan juga bukan solusi yang bijaksana untuk jangka panjang.

b.Apakah tingkat pertolongan yang dibutuhkan oleh anak saya? Apakah anak saya membutuhkan bimbingan dalam mengerjakan PR, mentoring intensif atau mengulang kembali dari dasar pelajaran=pelajaran yang belum dipahami.

c. Di bagian mana yang harus ditingkatkan oleh guru privat? Nilai yang lebih baik, peningkatan keterampilan umum, motivasi belajar atau peningkatan kemampuan analisis?

d. Apa yang saya ketahui mengenai gaya belajar anak saya? Apakah dia belajar lebih baik dengan membaca, mendengar atau bergerak? Apakah dia lebih nyaman dengan guru wanita atau guru pria? Apakah dia membutuhkan bimbingan yang lemah lembut atau harus ditangani guru yang tegas? Apa yang memotivasi anak saya? Apa yang menarik perhatiannya?

e.Berapa banyak waktu yang dapat saya sisihkan untuk mengawasi proses belajar dan perkembangan anak?

2. Pahami Pilihan Anda

a. Diskusikan dengan pihak sekolah mengenai detail perkembangan anak Anda. Pelajari semua laporan belajar, nilai, buku-buku yang diperlukan, dan apabila sekolah menyediakan konselor, dapatkan catatan konselor mengenai kepribadian dan masalah yang dihadapi di sekolah. Jangan sampai ketika ditanya oleh guru les, Anda hanya menjawab, “Aduh saya juga nggak ngerti. Pokoknya pelajarannya susah. Coba Ibu saja yang lihat deh…”

b. Cari informasi mengenai guru yang kompeten dari kenalan sesama orang tua murid, bimbingan belajar, institusi penyedia jasa guru. Sekarang telah bermunculan jasa penyedia guru online seperti Ruang Guru, dll. Pelajari baik-baik dan jangan mengambil keputusan terburu-buru.

3. Pahami Anggaran Anda

Harga sering menjadi alsan penentuan guru les privat. Bagaimanapun juga, yang lebih penting adalah melihat mutunya terlebih dahulu. Guru les privat yang lebih mahal barangkali memiliki pengalaman yang lebih luas dalam menangani Anak, namun hal ini bukanlah jaminan. Sebelum Anda mundur karena alasan harga, tanyakan:

a. Berapa tarif jasa les privat?

Jangan serta merta menawar tarif les tanpa ampun seperti berbelanja di pasar. Setiap guru memiliki rate tersendiri tergantung dari pengalaman dan target pasarnya. Lokasi dan tempat tinggal guru juga harus menjadi bahan pertimbangan. Misalnya untuk guru les privat yang memiliki tarif mengajar Rp100.000 per jam, jangan serta merta ditawar setengah harga. Sang guru mungkin saja bersedia menerima tawaran tersebut saat tidak ada murid, namun begitu ada tawaran lain yang jauh lebih baik, bukan mustahil guru les tersebut minta berhenti. Lebih baik Anda mencari guru lain yang sesuai dengan anggaran Anda. Pastikan dari awal kalau baik Anda maupun sang guru les sama-sama happy dengan tarif tersebut.

b. Bagaimana metode pembayaran yang diinginkan sang guru? Cash atau transfer? Kapan pembayaran tersebut diterima? Apakah harus membayar dimuka setiap bulan? Apakah boleh membayar di akhir bulan? atau per pertemuan? Hal-hal seperti ini seharusnya dibicarakan dari awal sebelum proses belajar mengajar dimulai.

c. Bagaimana dengan kebijakan membatalkan les?

Walaupun guru les rata-rata memiliki waktu yang fleksibel, namun tidak berarti Anda dapat membatalkan jadwal les begitu saja. Tanyakan dari awal, bila ingin membatalkan les, minimal kapan harus konfirmasi supaya tidak dicharge?

4. Pahami proses belajar dengan guru les privat

Hal penting setelah membayar guru les privat adalah proses memonitor dan mengawasi jalannya proses belajar mengajar. Bahkan jika Anda sangat sibuk dengan pekerjaan, Anda bisa tetap menjalin komunikasi baik dengan guru les privat maupun anak Anda.
a. Setelah pertemuan pertama, tanyakan pada anak apakah dia nyaman dengan gurunya dan apakah gurunya cukup membantu dalam kesulitannya.
b. Bila ada kesempatan, perhatikan bagaimana anak Anda berinteraksi dengan guru les. Apakah anak cocok dengan guru les privat yang membimbingnya? Apakah sang guru memiliki kemampuan mengajar yang mudah dipahami?
c. Monitor perkembangan Anak. Lihat apakah nilainya meningkat? Apakah anak lebih menyukai pelajaran yang diberikan?
Komunikasi adalah kunci utama. Dari pengalaman mengajar saya selama lebih dari 10 tahun, saya telah melihat betapa pentingnya komunikasi untuk menjembatani program mengajar guru dengan ekspektasi orang tua. Orang tua tentu ingin melihat anaknya mengalami pningkatan di sekolah, sementara sang guru les juga ingin melihat keberhasilannya dalam mengajar. Karena itu, komunikasi harus dilakukan dari awal.

Bagaimana menurut Anda, Moms? Barangkali ada hal-hal yang belum saya sampaikan, silakan bergabung di kolom komentar 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s