Ketika Anak Tidak Suka Dengan Gurunya

Moms, seringkali alasan seorang anak tidak menunjukkan performance yang bagus di sekolah adalah karena tidak cocok dengan gurunya. Entah sang anak merasa gurunya galak atau kurang perhatian. Penyebabnya bisa juga karena tipe krepribadian antara guru dan anak yang tidak cocok sehingga kadang-kadang hal ini membuat frustasi. Menyalahkan anak atau menyalahkan guru seringkali tidak menyelesaikan masalah. Jadi, apa yang harus Moms lakukan kalau anak tidak suka dengan gurunya? Berikut 8 langkah yang untuk menyelamatkan pengalaman belajar Anak di sekolah:

1. Komunikasikan dengan Anak

Menurut terapis anak Danette Graham dari Newmarket, hal terpenting yang dapat dilakukan orang tua adalah mendengarkan anaknya. Anak-anak seringkali belum mampu memahami situasi dan hanya berbicara dari sudut pandangnya. Karena itu orang tua perlu menggali lebih dalam dan tidak serta merta menarik kesimpulan dari cerita yang belum jelas. Jangan menanyakan pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban ya dan tidak. Misalnya, “Apakah Bu Indri galak?” Tetapi tanyakan pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang jelas. Misalnya, “Apa yang terjadi sebelum Bu Indri marah?” cari tahu apakah gurunya hanya bersikap seperti ini pada anak tertentu atau pada semua anak. Cari tahu situasi yang melatarbelakanginya.

2.Tanggapi dengan serius.

Dalam hal apapun, Anda perlu menanggapi kata-kata anak dengan serius. Jangan anggap remeh bila anak stres. Kadang-kadang masalah kecil bagi orang dewasa adalah masalah yang benar-benar serius bagi anak. Tunjukkan kalau Anda sungguh-sungguh peduli dengan mendengarkannya sehingga anak akan merasa aman untuk bercerita.

3. Kontrol emosi Anda

Sebagai orang tua, wajar bila Anda merasa marah saat seseorang bersikap buruk pada anak Anda. Namun, bersikap defensif saat berbicara dengan seorang guru dapat menghambat Anda untuk mendengarkan cerita dari dua sisi. Kadang-kadang, anak bisa saja hanya menyampaikan setengah kebenaran pada Anda supaya dia tidak disalahkan. Bila sang guru sebenarnya bermaksud baik, tidak tepat bila Anda langsung komplain sambil marah-marah. Bergosip dengan orang tua lain di media sosial atau bahkan melakukan kekerasan fisik tidak akan menyelesaikan apapun, malah akan memperbesar masalah.

4. Kumpulkan bukti bila ada kekerasan fisik.

Bila anak Anda melaporkan adanya kekerasan yang dilakukan gurunya, entah pemukulan atau bahkan pelecehan seksual, hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengumpulkan bukti. Bila bukti-bukti kurang kuat, dapatkan keterangan yang detail atau mungkin bantuan dari saksi-saksi. Laporkan kejadian ini ke pihak sekolah dan catatlah waktu dan tempat pelaporan tersebut. Ini penting bila kasusnya berat dan harus dibawa ke ranah hukum. Untuk kasus yang traumatis, anak perlu ditangani terapis dan diberi bimbingan konseling.

5. Bicarakan dengan guru

Moms, anak memerlukan bantuan Anda dalam mengatasi konflik dengan gurunya. Untuk kasus dimana anak merasa gurunya galak, bersikap tak adil atau membencinya, Anda perlu menggali lebih dalam tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tanyakan pada gurunya apakah anak mengalami masalah atau kesulitan di sekolah. Dari sana Anda bisa membicarakan apa yang dirasakan anak.

Hindari menghakimi sang guru dan pahami juga apa yang terjadi dari sudut pandang guru. Guru juga manusia, yang kadang-kadang bisa kewalahan menangani puluhan murid dengan administrasi pekerjaan yang menumpuk. Pekerjaan seorang guru tidak berhenti setelah anak pulang sekolah. Bukan rahasia lagi bila guru digaji tidak seberapa dan harus membawa pulang pekerjaan rumah yang sangat banyak. Fokuskan pada solusi dan jalan keluar, bukan soal siapa yang salah.

Bila masalah tidak selesai, Anda dapat membicarakannya dengan Kepala Sekolah. Namun, bila Anda belum membicarakan masalah tersebut dengan guru bersangkutan, jangan serta-merta membawa masalah tersebut ke jajaran yang lebih tinggi. Tindakan ini dapat membuat sang guru merasa dilangkahi dan tidak dihormati, yang nantinya akan menghambat komunikasi antara guru dan anak.

6.Tawarkan dukungan yang terus-menerus.

Kadang kala masalah guru dan anak bukan soal siapa yang salah atau benar, tetapi karena bentrok tipe kepribadian. Misalnya sang guru sebenarnya baik hati, tetapi kepribadiannya yang tegas dan disiplin membuat anak yang halus perasaannya jadi segan dan takut. Sementara anak-anak yang aktif dan berjiwa bebas menjadi tidak senang atau bosan. Bila itu terjadi,tanyakan kabar anak setiap hari sepulang sekolah, dan biarkan dia bercerita. Ingatkan anak kalau dalam hidup ini, akan selalu ada orang-orang yang tidak kita sukai atau tidak cocok dengan kita, tapi mereka tetap harus diperlakukan dengan respek.

7.Patahkan mentalitas korban

Andy, seorang murid les saya yang sudah duduk di bangku kelas 3 SMA mengeluhkan guru Bahasa Inggrisnya yang menurutnya galak dan nggak asyik. Akibatnya Andy juga ikut membenci Bahasa Inggris, terutama grammar. Sementara Andy harus mengikuti tes Bahasa Inggris pada saat uji masuk ke perguruan tinggi idamannya. Saya sering memberikan video-video animasi yang menarik tentang penjelasan grammar dan dengan tingkat kecerdasannya, menurut saya Andy seharusnya mudah memahami video-video tersebut. Tetapi Andy selalu malas belajar dan menyalahkan guru sekolahnya yang killer. Akhirnya saya tanyakan seberapa besar dia menginginkan masuk ke perguruan tinggi tersebut. Apakah dia akan mengorban masa depannya, puluhan tahun karirnya nanti, hanya karena punya pengalaman satu tahun bersama seorang guru yang tidak pandai mengajar?

Ini pelajaran pahit yang saya dapatkan dari pengalaman pribadi saya sendiri. Salah satu penyesalan terbesar saya adalah tidak sungguh-sungguh belajar akuntansi ketika masih SMA. Saya memilih jurusan IPA karena saya tidak menyukai guru ekonomi di sekolah. Tapi sekarang saya merasakan betapa pentingnya skill di bidang keuangan, setidaknya membuat pembukuan sederhana ketika kita membangun bisnis baru. Sejak itu, setiap kali saya melanjutkan pendidikan dan bertemu dosen yang nggak asyik, saya akan berusaha belajar dari sumber lain. Kadang-kadang dosen yang membosankan ini di ruang kelas bisa menjadi mentor yang keren di luar ruang kelas lho. Sehingga saya selalu membangun hubungan yang baik dengan dosen-dosen saya, bagaimanapun burukya skill mengajar mereka. Bahkan saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi jurnalis di Amerika juga karena bantuan seorang dosen yang sebenarnya cara mengajarnya “bikin ngantuk.”

Seringkali kita ditempatkan dalam keadaan yang tidak berdaya untuk mengubah situasi. Tetapi kita bisa mengubah respon kita terhadap situasi. Medapatkan guru sekolah yang tak pandai mengajar tentu membuat frustasi, tapi itu bukan kiamat bagi Anak bila kita tahu cara menyiasatinya.

Bila anak mendapatkan guru matematika yang galak, bicaralah dari hati ke hati dengan gurunya dan pihak sekolah. Pekerjakan seorang guru privat matematika yang asyik dalam mengajar anak, sehingga anak tidak akan mendapat kesan semua guru matematika itu galak. Ajaklah anak bermain dengan matematika, belikan komik matematika, yang terutama hapuslah pandangan negatif tentang pelajaran yang diasosiasikan dengan guru galak tersebut.

Dengan demikian, anak akan belajar sejak usia yang masih dini, bahwa tidak semua yang dia inginkan dalam hidup bisa dia dapatkan. Hidup kadang-kadang tidak mudah, tapi dia bisa terus berusaha dan tidak patah semangat. Selalu ada cara untuk menjadi creative problem solver.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s