6 Persiapan Bunda Saat Mengambil Raport

Mengambil raport bukan hanya membuat anak deg-degan, tapi juga orangtuanya.  Moms, kita sering khawatir apakah nilai sang buah hati cukup memuaskan. Padahal, ada hal-hal lain yang tak kalah pentingnya dengan nilai, diantaranya perkembangan sosial dan psikologis anak di sekolah. Masa mengambil raport adalah kesempatan emas untuk memahami situasi belajar anak dan memahami gurunya. Karena itu, sebaiknya pengambilan raport tidak diwakili oleh orang lain.

Ini hal-hal yang dapat dipersiapkan saat mengambil raport:

1. Bicaralah dengan anak sebelum bertemu dengan gurunya. Tanyakan bagaimana pengalamannya selama satu semester, apa yang dia rasakan mengenai gurunya maupun teman-teman sekelasnya. Bila anak mengalami masalah, tanyakan secara spesifik dengan siapa dan dalam hal apa dia bermasalah.

2. Berpakaian dengan elegan dan rapi. Pakaian yang terlalu berlebihan dapat mengirim pesan yang salah pada guru, misalnya memakai pakaian yang kurang sopan atau mengenakan perhiasan hingga berlebihan

3. Datanglah tepat waktu. Guru kadang-kadang memiliki jadwal rapat atau pertemuan lagi setelah jadwal pengambilan raport. Jangan melewati batas waktu yang telah ditentukan, apalagi kalau ada antrian orang tua lain yang menunggu. Bila waktu habis, Anda dapat meminta untuk dijadwalkan pada waktu lain.

4. Sampaikan saran pada wali kelas dengan baik dan sopan. Jangan sampai Anda melemparkan tuduhan sepihak yang akan membuat guru menjadi defensif. Daripada mengatakan, “PR yang Ibu berikan terlalu banyak dan susah,” lebih baik mengatakan, “Anak saya menghadapi masalah dalam mengerjakan PR dari Bapak. Kalau boleh tahu apa tujuan yang ingin dicapai lewat PR ini? Apakah ada solusi yang bisa kita temukan bersama?”

5. Buatlah tindak lanjut (follow up plan) dari saran yang diberikan wali kelas pada anak. Tanya secara spesifik saran-saran yang dapat diberikan guru. Jika anak tertinggal dalam mengikuti pelajaran, mungkin guru mempunyai saran-saran bagaimana Anda dapat membantunya mengejar ketertinggalan.

6. Tawarkan bantuan yang dapat Anda berikan pada anak untuk mendukung pendidikannya di sekolah.

Jika anak agak lambat belajar, maupun bermasalah dalam hal tingkah laku, misalnya terlalu aktif, tidak bisa diam di kelas dan sebagainya, tidak ada salahnya meminta guru memberikan perhatian khusus pada anak Anda. Membimbing anak yang bermasalah memang tugas seorang guru. Namun, menurut Gwynn Mettetal, ahli pendidikan anak dari University Center for Excellence Teaching, orang tua perlu memahami bahwa guru menghadapi 20 – 30 murid secara bersamaan, dengan segala keunikan dan masalah masing-masing sehingga seorang guru tidak bisa memberikan perhatian 100% hanya pada satu anak.

Dalam pengambilan raport, orang tua perlu aktif bertanya dan berdiskusi dengan guru supaya tahu hal apa yang harus dilakukan untuk mendukung pendidikan anak di sekolah.

Selamat mengambil raport. Semoga hasil yang diperoleh sang buah hati cukup memuaskan semester ini.

Selamat mengambil raport ^^

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s