7 Langkah Praktis Mendidik Anak Bersikap Sopan

Bunda tentu senang ya kalau punya anak-anak yang manis dan sopan: tidak berteriak dan merengek waktu dibawa jalan-jalan ke mall, bisa mengucapkan terima kasih tanpa di suruh dan bisa menyampaikan permintaannya dengan sopan. Sikap sopan bukanlah sesuatu yang bisa diajarkan semata-mata lewat buku pelajaran sekolah. Teladan berbicara lebih kuat dari kata-kata. Nah, ini hal-hal praktis yang harus dipahami ketika kita ingin mendidik anak-anak kita bersikap sopan:        

1. Mengembangkan Rasa Hormat

Dasar dari perilaku sopan adalah rasa hormat (respect). Dan dasar dari rasa hormat adalah kepekaan. Kata “hormat” sering disalahartikan sebagai rasa takut atau tunduk. Padahal rasa takut berkembang dari perasaan yang negatif, sementara rasa hormat berkembang dari kepekaan kita akan perasaan orang lain. Seorang anak  yang peka dengan perasaan orang lain, tidak akan berkata-kata kasar, berteriak maupun memukul lawan bicaranya. Orangtua juga perlu memberikan teladan dalam hal ini. Bila anak melihat orang tuanya membentak-bentak sopir dan pembantu atau melihat seorang guru membentak anak didik lainnya, tentu anak tidak akan belajar mengembangkan rasa hormat. 

2. Ajarkan Kata-kata Sopan Sedini Mungkin

Seorang anak berusia 2 tahun sebenarnya sudah dapat diajarkan untuk mengucapkan kata-kata “tolong,” dan “terima kasih.” Walaupun mereka belum memahami betapa dalamnya makna kata-kata itu, tetapi seorang balita dapat mengasosiasinya dengan sederhana. Misalnya dengan mengucapkan terima kasih setelah menerima sesuatu, mereka akan membuat si pemberi tersenyum dan menyukainya. Mereka juga dapat belajar betapa baiknya kata-kata itu karena mendengar Ayah dan Bunda sering mengucapkannya dengan ekspresi senang. Aanak-anak dapat meniru kata-kata ini dan mengerti kegunaannya bahkan jauh sebelum mereka memahami maknanya.

3. Teladan

Teladan berbicara lebih kuat dari kata-kata. Dari usia 2 hingga 4 tahun, seorang balita sedang mengembangkan kemampuan meniru yang tinggi. Apapun yang mereka dengarkan, akan mereka katakan kembali. Karena itu, biarkan si buah hati mendengar banyak kata-kata, “tolong” “terima kasih” “sama-sama” “permisi” “maaf” dan “sayang” sesering mungkin. Dan berkata-katalah juga dengan sopan kepada anak maupun pada pembantu.

4. Memanggil Nama

Memanggil nama adalah contoh tindakan kesopanan yang paling sederhana. Kita dapat mengajarkan kesopanan pada anak-anak dengan memanggil nama mereka. “Aisyah, boleh tolong mama….” atau “Bagas, boleh tolong Papa…” Anak-anak akan menangkap bahasa sopan tersebut dan menggunakan cara yang sama bila menginginkan pertolongan.

5. Mendengarkan Anak

Budaya timur cenderung mengajarkan nilai-nilai kepatuhan pada orang tua. Dimana anak harus mendengarkan orang tua. Namun seiring perkembangan zaman, muncul pula kebutuhan orang tua untuk mendengarkan anak. Ketika orang tua menolak mendengarkan anak, maka anak akan melakukan segala cara agar didengarkan, termasuk membuat masalah.

Nah, kalau misalnya Bunda membawa sang buah hati untuk bertamu ke rumah sanak family atau mungkin arisan di rumah teman kantor, pastikan anak selalu dekat ya. Jagalah kontak mata dan tetaplah berinteraksi dengan Anak supaya Anak tidak bosan dan akhirnya membuat masalah di rumah orang lain. 

6. Kesopanan Tidak Bisa Dipaksa.

Bahasa adalah keterampilan yang harus dinikmati, bukan dipaksa. Ketika mengajarkan kata “tolong” dan “terima kasih,” lakukan dengan menunjukkan pada anak bahwa itu adalah hal yang baik untuk dikatakan, bukan syarat mendapatkan sesuatu. Jangan menggunakan kalimat, “Bilang terima kasih dulu, baru Mama kasih.” karena itu akan membuat anak mengucapkan terima kasih karena terpaksa. Lebih baik katakan begini, “Tante bawakan mainan bagus lho buat Rei. Ayo, Rei, bilang apa dulu sama Tante?”

7. Koreksi Dengan Sopan

Hal yang tak kalah penting dalam mengajarkan kesopanan adalah mengoreksi dengan sopan. Koreksi dengan tegas tapi sopan ketika anak-anak lupa menggunakan kata-kata yang sopan, karena ketika Anda mengoreksi dengan kasar, Anda tidak menunjukkan teladan kesopanan. Mendidik anak bersikap sopan memang tidak mudah. Namun semakin dini kita melakukannya, semakin cepat pula anak-anak belajar.

Nah, jadi mengapa ada anak-anak yang bersikap begitu sopan? Jawabannya adalah karena mereka dibesarkan dalam keluarga yang mengajarkan sopan santun.

#ParentingTips ; #CaraMendidik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s