7 Hal Berharga Dari Novel The Secret Garden

The Secret Garden, novel klasik karangan Frances Hodgson Burnett bercerita tentang Mary Lennox, yang lahir dari keluarga Inggris di India. Mary dimanja oleh para pelayannya, tapi ditolak dan ditelantarkan oleh orang tuanya. Hal ini membuat Mary bertumbuh menjadi gadis kecil buruk rupa, berkulit pucat, kurus, dengan kelakuan yang egois dan kasar. Ketika wabah kolera merenggut nyawa orang tua dan para pelayannya, Mary pun dikirim kembali ke Inggris untuk tinggal dengan Craven Archibald, seorang paman yang tak pernah dikenalnya.

secret-garden2Archibald memiliki sebuah taman rahasia (secret garden) di balik tembok-tembok yang tinggi dan melarang siapa pun masuk ke sana. Taman yang telah ditelantarkan lebih dari 10 tahun itu membuat Mary penasaran. Mary juga menemukan sahabat baru, Dickon, adiknya Martha yang mengajari Mary berkebun dan bersahabat dengan hewan-hewan liar. Secara tak sengaja Mary bahkan menemukan Archibald Craven memiliki seorang putra bernama Colin! Mereka bertiga bersahabat. Bersama-sama mereka mencari tahu The Secret Garden yang misterius. Nah, kalau Anda ingin tahu, silakan baca buku ini. Saya tidak akan memberi spoiler (“,)

Walaupun The Secret Garden adalah cerita anak, tapi ada esensi kehidupan yang bisa kita dapatkan. Berikut adalah hal-hal yang saya dapatkan setelah membaca buku ini:

1. Seringkali kita lebih egois daripada yang kita kira.

Mary seorang gadis kecil yang egois dan pemarah tak segan-segan menampar dan memaki para pelayannya. Mary tak pernah merasa bersalah. Mary tak pernah menyadari betapa egois dirinya sampai dia bertemu dengan Dickon dan Colin. Seringkali kita gagal mengenal diri kita sendiri sehingga kita tak pernah belajar untuk berubah. Hanya lewat pengalaman dengan orang lainlah kita dapat menyadari kelemahan diri dan mengambil langkah untuk bertumbuh.

2. Kekuatan Sebuah Senyuman

Barangkali terdengar klise. Tapi setiap orang akan terlihat lebih menarik bila dia tersenyum. Ketika pembaca diperkenalkan dengan tukang kebun bernama Ben Weatherstaff, Ben digambarkan sebagai pria tua yang selalu cemberut. Tetapi ketika dia tersenyum, Mary pun menjadi tertarik dan penasaran terhadapnya. Dari Ben, Mary yang awalnya bosan dan pemurung menemukan ketertarikannya pada burung robin, musim semi, dan sebuah awal yang baru bagi kehidupannya. Never underestimate the power of a smile.

3. Kebenaran yang pahit lebih baik daripada kebohongan yang manis. Berterus teranglah.

Ben mengajarkan Mary bahwa orang-orang di Yorkshire selalu berbicara tentang hal-hal yang benar, betapa pun pahitnya itu. “Kita berdua sama-sama orang yang buruk rupa. Perangai kita sekasar penampilan kita. Dan kita sama-sama bertemperamen buruk,” semburnya terus terang. Anehnya, Mary tidak tersinggung oleh kata-kata Ben, malahan Mary menyukainya karena dia begitu jujur.

4. Tidak semuanya harus sempurna.

Ketika Dickon dan Mary menyelinap ke dalam taman rahasia yang sudah ditelantarkan selama 10 tahun, mereka bekerja keras untuk merapikan kembali dan memperindah taman tersebut. Mary berkata, “Jangan sampai kita membuatnya terlalu rapi. Nanti malah tidak seperti taman rahasia lagi.” Seringkali dengan sesuatu yang terlalu banyak dipoles tidak mengesankan, karena telah kehilangan misterinya.

5. Tinggalkanlah zona nyaman Anda.

Ketika Mary bertemu dengan sepupunya, Colin yang selalu merasa sakit-sakitan dan lumpuh di tempat tidur, Mary mengingatkan Colin jika selalu mengurung diri di kamar, Colin tidak akan pernah melihat apa pun. Pernyataan ini sederhana, tapi mengandung makna yang dalam. Bila kita ingin melihat dunia, kita harus bersedia keluar dari zona nyaman kita.

6. Kemarahan dan kepedihan adalah hal natural dalam hidup.

Colin mengakui pada Mary kalau dia sangat marah pada mendiang ibunya yang telah tiada karena dia merasa ditinggalkan sendirian di dunia ini. Walaupun dia tahu ibunya tak kuasa melawan takdir, tapi tetap ada kepedihan dan kekecewaan yang mendalam. Kehilangan seseorang yang dicintai tak pernah mudah. Sering kali kepedihan itu mendatangkan kemarahan yang pahit. Namun, ekspresi emosi ini sangat alami. Berkabunglah pada saat Anda sedih. Itu lebih baik dari pada menyangkali kenyataan dan berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja.

7. Tiada hal yang lebih indah dari harapan.

Novel ini ditutup dengan narasi yang manis, “Awalnya orang-orang menolak untuk mempercayai bahwa sebuah hal baru bisa dilakukan. Lalu ketika hal itu berhasil dilakukan, mereka mulai mempercayai bahwa hal itu bisa dilakukan—dan ketika itu berhasil dilakukan, seluruh dunia berpikir mengapa hal tersebut tidak bisa dilakukan ratusan tahun yang lalu?” Manusia memang secara alami takut dengan hal-hal baru. Ketika Mary, Dickon dan Colin mengeksplorasi taman rahasia, secara tak sadar,hal itu membuka dunia yang baru bagi mereka. Mereka mengekspolorasi tempat, pikiran dan perasaan yang belum pernah mereka lewati sebelumnya.

Dan di sanalah mereka menemukan keajaiban (“,)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s