4 Permainan Yang Diciptakan Anak-anak Zaman Now

Kita masih sempat melewati masa kanak-kanak bermain permainan tradisional seperti engrang, congklak, lompat tali, tapak gunung, kejar bulan, dll. Di masa kini, banyak yang mengeluh kalau anak-anak zaman now sudah kehilangan budaya bermain dengan teman dan lebih memilih gadget mereka. Anak-anak kota lebih banyak bermain di pusat permainan anak di mall-mall, seperti timezone atau tempat-tempat untuk “mandi bola.” Tapi saya menemukan ternyata murid-murid saya yang masih duduk di kelas 1 SD ini punya permainan tersendiri yang cukup asyik dan menghebohkan.

Menghabiskan waktu istirahat bersama anak-anak sering kali saya tak habis pikir. Bagaimana tidak? mereka berlari-lari dengan membawa kotak pensil dan botol minuman – entah untuk apa – berteriak-teriak kegirangan bercampur histeris di halaman sekolah, mencoret-coret halaman dengan tanda silang di mana-mana, memanjati gawang sepak bola, pokoknya heboh! Setelah mengamati dan terlibat dalam permainan mereka selama beberapa kali, saya menemukan kalau anak-anak umur 6 tahun ini telah menciptakan permainan mereka sendiri berikut aturan-aturannya.
Ini hanya beberapa yang sering dimainkan mereka:

1. Pulau Harta Karun
Ini permainan favorit anak-anak yang super aktif. Mirip “Scavenger Hunt” ala anak umur 5-6 tahun. Seorang anak akan menggambar peta sekolah jadi-jadian dan memberi tanda silang pada setiap titik yang diduga memiliki petunjuk harta karun. Anak-anak lain akan memberi tanda silang di halaman sekolah, pohon, batu atau taman sesuai dengan petunjuk peta jadi-jadian tersebut. Selanjutnya mereka akan “memburu” harta karun tersebut sambil menghitung tanda-tanda silang di antero lingkungan sekolah. Wah…bagus…sekalian belajar matematika ya. Percayalah, perburuan ini sangat melelahkan! Mereka bermain dengan sangat serius sehingga bergulung-gulung tissue di kelas saya bisa habis karena keringat mereka.

2. Zombie Menguasai Dunia
Permainan ini bisa membuat mereka lupa makan, lupa minum dan melupakan apapun he..he.. . Karena itu, sebelum bermain zombie, saya memastikan agar anak-anak makan dulu dan minum yang cukup. “Tidak ada zombi-zombian kalau bekal makanan belum habis,” tegas saya.

Anak-anak tak dapat menahan antusiasme mereka. Biasanya sebelum jam istirahat, mereka telah membuat kesepakatan tentang siapa saja yang akan menjadi zombie. Zombie-zombie ini akan mengangkat tangannya dengan kaku dan bergerak keluar untuk menangkapi orang-orang dan menguasai dunia (halaman sekolah) Siapapun yang ditangkap oleh para zombie ini akan berubah menjadi zombie juga. Bisa dibayangkan betapa hebohnya anak-anak memainkan permainan ini. Dan sering kali tingkah polah zombie-zombie mungil ini mengundang tawa.

3. Perang Gerilya

Tentu saja anak-anak kelas 1 SD belum mengenal kata “gerilya”. Tapi mereka menyebutnya “menembak sembunyi-sembunyi.” Perang ini awalnya sangat menjengkelkan saya sebagai guru, karena begitu saya membalikkan badan untuk menulis di papan tulis, “perang” akan dimulai. Beberapa anak mencuri-curi kesempatan untuk menodongkan senapan kotak pensil mereka pada teman di barisan seberang sambil menirukan suara “Deerrrrr…Deerrr…” Agar kelas tidak berisik, maka saya menetapkan aturan “gencatan senjata” yang ketat. Tidak ada “perang gerilya” sebelum kelas berakhir. Namun sejak saya intervensi, menyita senapan kotak pensil mereka (karena saya khawatir kotak pensilnya hilang) permainan ini pun turun popularitasnya he..he..he…. Kini anak-anak lelaki lebih memilih bermain Zombie.

4. Putri Dalam Istana

Jika anak laki-laki senang menciptakan permaian yang bertema ambisi, kemenangan, perburuan, perang dsb, maka anak-anak perempuan senang dengan permainan bertema sosial. Permainan Putri Dalam Istana adalah contohnya. Permainan ini melibatkan kreativitas, imajinasi dan keterampilan sosial, gambar-gambar dan pensil warna. Ya, ini karena anak-anak perempuan di kelas yang saya ajar senang sekali menggambar putri kerajaan. Kerajaannya bermacam-macam. Dari putri violet di kerajaan serba ungu, putri dalam istana bata hingga putri duyung dari kerajaan bawah laut. Ada pula yang menggambar orang tuanya sebagai pangeran dan putri. Setelah menggambar, mereka akan saling bercerita mengenai putri dan istana masing-masing. Kreatif kan?

Kapan-kapan kalau Anda ingin belajar tentang membangun imajinasi dan kreativitas, duduklah selama satu jam bersama murid-murid saya. Saya yakin mereka sanggup mengajari Anda menciptakan dunia baru 😊

Dan jangan anggap remeh permainan anak-anak. Tahukah Anda kalau produser Stephen Spielberg yang melegenda dengan Film Jurrasic Park ternyata pada masa kecilnya sering menakut-nakuti adiknya dengan cerita monster dan dinosaurus ketika mereka sedang bermain?

#ClassroomStory ; #CeritaKelasku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s